Pusat Ekonomi Kreatif, Pintu Peluang UMKM di Balikpapan

Editor: Mahadeva

202

BALIKPAPAN – Pusat Ekonomi Kreatif yang diresmikan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan menjadi salah satu peluang usaha bagi pelaku industri kreatif di Balikpapan. Pusat Ekonomi Kreatif tersebut, berada di pusat Kota Balikpapan, tepatnya di Gedung Parkir Klandasan (GPK), di Jalan Jenderal Sudirman.

Keberadaan pusat ekonomi kreatif tersebut menjadi tempat penjualan oleh-oleh khas Kalimantan, selain di Pasar Inpres Kebun Sayur. Keberadaannya, menjadi tempat mencari oleh-oleh. Sarmiyati, salah seorang tenant kios kuliner, yang merupakan warga Gunung Malang, menyambut baik keberadaan pusat ekonomi kreatif. Keberadaanya, memberi kesempatan UMKM untuk mempromosikan produk sekaligus mengembangkan usaha.

“Saya juga anggota aktif di PKK, dan mendapatkan informasi akan adanya tempat ekonomi kreatif dari pemerintah. Kemudian persiapan kami lakukan, baru mengawalinya, dan persiapan yang dilakukan sekitar satu bulan,” tuturnya, Selasa (19/2/2019).

Pernak-perbik oleh-oleh yang dijual di Pusat Ekonomi Kreatif Balikpapan – Foto Ferry Cahyanti

Pengadaan interior kios dengan biaya sendiri, dan konsep kios juga langsung dari dirinya sendiri. “Saya sendiri yang ke custom konsep kios saya seperti apa. Untuk pengadaan di kios ini, seperti interior, biaya dari kami. Tapi saya juga dibantu,” sebutnya.

Di kios tersebut, harga makanan yang dijajakan Sarmiyati di bawah Rp25 ribu. Ia berencana menyediakan beberapa jenis makanan, seperti gado-gado siram dan soto banjar, yang disukai masyarakat Balikpapan.

Ketua Dekranasda Balikpapan, Arita Rizal Effendi, mengapresiasi generasi muda, khususnya kaum kreatif dan pemerintah kota, yang memberikan fasilitas Pusat Ekonomi Kreatif.  “Kami berharap kreativitas anak muda yang sudah ditunjuk oleh pemerintah ini dapat disalurkan secara positif bukan saja positif secara attitude, tapi juga positif plus plus, maksudnya ada nilai ekonominya juga,” tandasnya.

Dekranasda juga membuka kios di GPK, sebagai perwujudan salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif. “Semua pihak yang ada di dalam ekonomi kreatif, dapat membantu mengembalikan melihat ekonomi Balikpapan untuk lebih berkembang,” tandas Arita Rizal Effendi.

Kepala UPT Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Hikmatullah Hardian, menyebut, harga sewa untuk tenant di lantai satu Rp2,5 juta. Untuk tenant di lantai dua Rp1,5 juta. “Semua yang kelola adalah Dishub. Saat ini keseluruhan sudah terisi semua, ada kuliner di area dalam lantai 1, yang lain ada juga toko oleh-oleh dan ekonomi kreatif,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...