Puskesmas Pasir Sakti Aktif Ajarkan PSN ke Siswa

Editor: Mahadeva

255

LAMPUNG – Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Puskesmas Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur aktif melakukan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan kader dan sekolah.

Ahmad Yani, Pelaksana Program Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Pasir Sakti menyebut, kegiatan PSN juga melibatkan siswa dari sejumlah sekolah. Kegiatan pembersihan lingkungan sekolah dilakukan dengan memeriksa bak mandi, selokan serta kolam ikan. Upaya mengajak siswa membersihkan lingkungan sekolah, menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan PSN. Serta mengenalkan penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak dini.

Siswa diberi pengetahuan cara Pemeriksaan Epidemologis (PE), melalui pemeriksaan jentik. Nyamuk Aedes Aegypti kerap bertelur di bak mandi yang jarang dibersihkan serta di kolam yang tidak ada ikannya. “Para siswa harus mendapat pemahaman sejak dini cara mencegah, menghindari penyakit demam berdarah. Terutama melalui upaya menjaga kebersihan lingkungan di sekolah serta tempat tinggal,” terang Ahmad Yani, kepada dikonfirmasi Cendana News, Jumat (22/2/2019).

Pada awal 2019, hingga Februari Puskesmas Pasir Sakti sudah merawat 57 warga yang diduga terjangkit DBD. Sebanyak 37 orang diantaranya, sudah dinyatakan positif DBD dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana. Upaya pencegahan yang melibatkan unsur sekolah dalam hal ini siswa, diharpakan bisa menekan angka kesakitan akibat DBD. Petugas, aktif menyambangi sekolah dan Posyandu untuk mengajak dan menyosialisasikan gerakan PSN.

Kegiatan PSN dilakukan dengan, 3M plus. Yaitu, menguras tempat penampungan air, menutup rapat semua penampungan air, mengubur barang bekas. Upaya pencegahan juga dilakukan dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, tidak menggantung pakaian di dalam kamar, menaburkan bubuk larvasida berupa abate pada penampungan air.

Rianti Sripuspaningsih, salah satu guru di SDN Sumur Kucing,Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur- Foto Henk Widi

Rianti Sripuspaningsih, guru kelas 4 SD N Sumur Kucing menyebut, upaya menjaga kebersihan sekolah rutin dilakukan. Pada hari Jumat, seusai melakukan kegiatan senam bersama, pihak sekolah melakukan kegiatan bersih lingkungan. Kegiatan bersih lingkungan bagian upaya mengajak siswa menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatannya, didukung oleh Puskesmas Pasir Sakti. Siswa juga diberi pemahaman pencegahan DBD di lingkungan sekolah dan keluarga.

“Sejak dini para siswa diberikan pemahaman untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan agar menghindari penyakit terutama DBD,”papar Rianti Sripuspaningsih.

Winarsih, Ketua Kader Posyandu Poskesdes Desa Sumur Kucing menyebut, selain sebagai kader, Dia juga menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik), yang memiliki peran mencegah perkembangbiakan nyamuk DBD. Sebanyak 40 kader Posyandu, yang juga menjadi petugas Jumantik bertugas pula memberi sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan tempat yang digenangi air. Petugas Jumantik rutin mendatangi rumah warga.

Jentik nyamuk harus dicegah agar tidak menjadi nyamuk. Cara terbaik dilakukan dengan mencegah berkembangnya nyamuk yang memiliki siklus hidup selama satu bulan. Selama ini proses pengasapan (fogging) dengan zat kimia kerap diinginkan masyarakat. Namun, cara tersebut hanya efektif membunuh nyamuk dewasa. “Jika nyamuk tidak berkembangbiak dengan cara mencegah jentik nyamuk berkembang maka jumlah nyamuk dewasa bisa ditekan,” papar Winarsih.

Memelihara ikan cupang dan ikan gupi, bisa menjadi sarana memperkenalkan PSN. Ikan pemakan jentik, yang cocok untuk dipelihara diantaranya ikan lele dan ikan nila. Ikan bisa diletakkan di kolam atau bak yang kerap terisi air.

Lihat juga...