Rakernas APPSI, Beri Dua Catatan ke Kepala Negara

Editor: Mahadeva

229

PADANG – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) berhasil menghimpun beragam catatan penting, untuk disampaikan ke Presiden RI dan Wakil Presiden RI. Setidaknya ada dua poin penting yang disampaikan, yakni tentang mahalnya tiket maskapai penerbangan, dan persoalan gaji gubernur yang terbilang kecil.

Rakernas yang diselenggarakan di Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (21/2/2019), dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Ketua Umum APPSI, Longki Djanggola, menyebut, melalui Rakernas APPSI 2019, para Gubernur se-Indonesia menyebut, ada kegalauan yang dialami para gubernur di Indonesia. Kegalauan ini didasari dari kondisi harga tiket penerbangan yang tergolong mahal.

Padahal, jika melakukan penerbangan luar negeri, harga tiket jauh lebih murah. “Kita dari para gubernur sempat berpikir entah apa yang membuat tiket pesawat begitu mahal, padahal penerbangannya merupakan penerbangan lokal atau domestik. Dimana akses transportasi akan lebih dekat untuk menjangkau daerah di Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau-pulau tersebut,” katanya.

Mahalnya tiket pesawat, membuat masyarakat berpikir panjang jika akan melakukan penerbangan ke daerah yang berbeda pulau. Harga tiket pesawat benar-benar dinilai kurang masuk akal. Ada masyarakat yang memilih transit ke luar negeri seperti Malaysia, saat melakukan perjalanan, untuk mendapatkan harga tiket yang lebih murah. Kondisi tersebut turut berdampak ke berbagai kondisi di daerah.

Daerah tujuan wisata yang biasanya banyak kunjungan wisatawan, karena mahalnya tiket pesawat, maka wisatawan nusantara memilih berwisata ke luar negeri. “Jadi kami para gubernur melihat perlu adanya kebijakan daerah Presiden dan Wakil Presiden untuk meninjau kembali kondisi harga tiket yang mahal. Tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga telah berdampak kepada ekonomi suatu daerah,” ujarnya.

Beriringan dengan harga tiket yang mahal, bagasi juga turut mendapatkan aturan baru, yaitu tidak lagi gratis. Akibatnya, pengiriman barang melalui kargo turut naik hingga tiga kali lipat. Hal itu membuat pengiriman barang dalam bentuk eskpor juga turut menurun, karena tidak sanggup untuk mengeluarkan biaya yang besar.

Hal tersebut, jelas berdampak pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mereka kesulitan mengirimkan pesanan. Selama ini pengiriman barang menggunakan kargo terbilang sangat membantu. Ditambajkan Gubernur Sulawesi Tengah tersebut, terkait gaji gubernur yang dinilai cukup kecil, jika dibandingkan dengan porsi kerja yang dilakukan. Gaji diperboleh Rp8 juta per bulan. “Rp8 juta untuk gaji gubernur itu terbilang sangat kecil. Jadi kami merasa perlu ada peningkatan gaji untuk para gubernur, sehingga persoalan korupsi yang banyak melibatkan kepala daerah, dapat diminimalisir,” tegasnya.

Menanggapi persoalan itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menyatakan persoalan kenaikan harga tiket pesawat sebenarnya adalah persoalan bisnis. Jika bisa pemerintah masuk lebih dalam lagi, maka persoalan tiket mahal bisa saja dikendalikan. Tentunya pemerintah ingin harga kondisi tiket mahal ini tidak berlangsung dalam jangka waktu yang lama, karena bisa saja berdampak kepada kondisi ekonomi di berbagai daerah.

Begitu juga untuk persoalan gaji gubernur. Menurut Jusuf Kalla sebaiknya para gubernur kembali berpikir, bahwa jabatan yang diperolehnya ialah bukan bertujuan untuk mencari gaji yang besar. Jabatan gubernur, sebuah pengabdian untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepala daerah yang dipilih rakyat bertujuan untuk mengabdi, bukan untuk meminta gaji yang besar.

“Jika gubernur ingin gaji yang besar, sebaiknya jadi pegawai swasta saja. Kalau jadi gubernur ini sebuah pengabdian. Jangankan gaji gubernur yang lebih kecil dari anggota perlemen. Gaji seorang presiden pun lebih kecil dari anggota perlemen,” ungkapnya.

Wapres mengajak kepada gubernur yang hadir pada Rakernas APPSI, untuk fokus ke depan membangun daerah. Gubernur yang merupakan perpanjangan tangan presiden ke daerah, seharusnya lebih berpikir untuk pembangunan daerah lebih maju dari masa ke masa. Hal ini lah yang disebutnya bahwa jadi kepala daerah adalah sebuah pengabdian. “Saya berharap mari sama-sama membangun negeri ini, jangan kedepan hal-hal lainnya,” harapnya.

Baca Juga
Lihat juga...