Rawan Ganggu Listrik, Pohon Peneduh di Jalinsum Dipangkas

Editor: Mahadeva

262

LAMPUNG – Pohon perindang yang ada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dipangkas. Hal tersebut untuk mengantisipasi gangguan terjadap jaringan listrik yang ada ditempat tersebut.

Daryanto, ketua regu petugas perampasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik PLN di sepanjang Jalan Lintas Sumatera – Foto Henk Widi

Daryanto, Ketua Regu petugas pemangkasan pohon dari PT. Haleyora selaku rekanan PT. PLN menyebut, pemangkasan rutin dilakukan. Hal itu dilakukan di sepanjang jalur yang dilintasi oleh jaringan kabel listrik jaringan tegangan tinggi, maupun jaringan tegangan menengah.

Pemangkasan dilakukan selama musim penghujan, terhadap potensi induksi kabel pada pohon yang tumbuh di dekat jaringan listrik. Operasi pemangkasan pohon, dimulai dari titik gardu induk PLN Kalianda, hingga wilayah Bakauheni. Area sepanjang 50 kilometer disebut, disisir oleh petugas. Pemangkasan pohon sangat penting dilakukan, karena berpotensi tumbang jika ada angin kencang, sehingga bisa menjadi penyebabkan aliran listrik terganggu.

Pohon di sepanjang Jalinsum selain ditanam oleh Dinas Bina Marga sebagai peneduh, ada juga yang sengaja ditanam masyarakat secara mandiri. Pohon yang ditanam sepertu mahoni, jambu, mangga, kelengkeng, kelapa, serta tanaman produktif lain.

“Beberapa jenis pohon yang ditanam warga di depan halaman rumah kerap tumbuh menjulang apalagi musim hujan lebih cepat pertumbuhannya bisa mengganggu jaringan listrik terutama kabel telanjang atau kabel tegangan tinggi,” terang Daryanto saat ditemui Cendana News, Rabu (20/2/2019).

Ada 10 orang anggota tim yang dipimpin Daryanto. Petugas memeriksa setiap hari, termasuk menunggu laporan dari masyarakat yang memiliki pohon untuk dibersihkan. Gangguan jaringan listrik yang menempel pada pohon hidup, berpotensi membahayakan.  Sebulan sebelumnya, seorang anak di Kecamatan Kalianda, tersengat listrik akibat memanjat pohon yang menyentuh jaringan listrik tegangan tinggi. “Selain ke Jalinsum kami juga memeriksa jaringan listrik yang mengarah ke perkampungan warga dengan tujuan meminimalisir gangguan listrik,” tandas Daryanto.

Kendala pemangkasan sangat banyak, seperti rumah warga yang berpagar tinggi, sehingga penghuni sulit ditemui. Sementara untuk memangkas harus mendapatkan izin dari pemilik pohon. Pemangkasan di lokasi yang dekat kabel jaringan tinggi, jaringan listrik harus dipadamkan terlebih dahulu.

Salah satu warga yang memiliki pohon di wilayah Penengahan, Sumiati, mengaku senang pohon miliknya yang menjuntai ke kabel listrik dipangkas. Pemangkasan oleh petugas membuat warga merasa nyaman tanpa khawatir pohon tumbang saat musim hujan.

Lihat juga...