hut

Rektor Unsiq Ingatkan Mahasiswa KKN Jangan Terlibat Kampanye Politik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Rektor Universitas Sain Al Qur'an (Unsiq) Jawa Tengah, Dr KH Muchotob Hamzah MM. (FOTO : Hermiana E. Effendi)

PURBALINGGA — Rektor Universitas Sain Al Qur’an (Unsiq) Jawa Tengah, Dr KH Muchotob Hamzah MM, meminta agar para mahasiswa yang sedang terjun melalui program Kuliah Pemberdayaan Masyarakat (KPM) atau biasa disebut KKN, tidak terlibat dalam kegiatan kampanye politik capres maupun caleg manapun.

“Sekarang tahun politik dan suhu politik meningkat. Mahasiswa harus pandai-pandai bersikap, terlebih di tengah masyarakat yang dukungan politiknya beragam. Jangan sekalipun terlibat kampanye caleg ataupun capres manapun,” terangnya, Kamis (14/2/2019)

Menurut Hamzah, mahasiswa harus menghormati perbedaan dalam segala hal, termasuk dukungan politik. Pelaksanaan KPM ini, lanjutnya, merupakan proses belajar, bukan mengajar. Dimana mahasiswa yang harus belajar banyak dari masyarakat.

“Jika ingin menjadi manusia unggul maka harus lebih banyak belajar. Saat mahasiswa nanti mungkin harus mengajar di TPQ, tapi pada dasarnya justru mahasiswa yang sedang belajar, yaitu belajar melayani masyarakat,” kata Rektor.

Dalam KKN kali ini, Unsiq memberangkatkan 598 mahasiswa di Kabupaten Purbalingga. Dalam acara serah terima, Rektor menyampaikan permohonan maaf, jika nantinya selama terjun di lapangan, masih terdapat banyak kekurangan pada mahasiswa.

Kepada para mahasiswa yang hadir, ia meminta agar pada saatnya nanti KPM dalam membawa nama Unsiq sebagai lembaga pendidikan yang berbasis Islam untuk menunjukan wajah Islam yang genuine atau Islam yang asli. Yaitu Islam yang rahmatan lil alamin.

“Tolong sampaikan kepada masyarakat di sana, bahwa yang kita bawa adalah yang merangkul bukan yang memukul, yang manis bukan yang sadis, Islam yang selalu mendambakan kedamaian hidup,” katanya.

Sementara itu, Plt Bupati Purbalingga yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Widiono mengatakan, mahasiswa peserta KPM akan mengemban tugas pengabdian kepada masyarakat di wilayah Purbalingga, yakni di 50 desa prioritas pada 13 kecamatan.

“Untuk mendukung dan menyukseskan gerakan percepatan penanggulangan kemiskinan di Purbalingga, maka penempatan lokasi mahasiswa KKN adalah di desa prioritas percepatan penanggulangan kemiskinan baik desa merah maupun desa kuning. Untuk mahasiswa KPM Unsiq Wonosobo ini, akan ditempatkan di 9 desa merah dan 41 desa kuning,” katanya.

Lihat juga...