Relawan STBM Perjuangkan Desa di Lamsel Miliki Jamban Sehat

Editor: Satmoko Budi Santoso

176

LAMPUNG – Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus dilakukan oleh berbagai pihak, salah satunya relawan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Salah satu tujuan utama STBM disebut Budi Riyanto, Sanitarian Puskesmas rawat inap Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel) dengan menghentikan aktivitas masyarakat melakukan buang air besar sembarangan (BABS).

Budi Riyanto menyebut, BABS atau dikenal dengan open defecation free (ODF) menjadi perilaku yang bisa menjadi penyebab gangguan kesehatan.

Sebagai langkah menghentikan aktivitas BABS, sanitarian Puskesmas Rajabasa dan sejumlah pihak terus mendorong masyarakat stop BABS. Semenjak tahun 2018 awal, ia memastikan, unsur relawan serta sejumlah pihak terus berjuang untuk membuat masyarakat menghentikan kebiasaan BABS terutama di sungai.

Budi Riyanto menyebut, dari sebanyak 16 desa di kecamatan Rajabasa hingga awal Februari tercatat ada sebanyak 3 desa yang sudah ODF atau bebas BABS.

Ketiga desa tersebut di antaranya desa Tanjung Gading, desa Batu Balak, desa Kerinjing. Target sebanyak 13 desa lain ODF di kecamatan Rajabasa terus dilakukan dengan melakukan pendampingan oleh para sukarelawan STBM, sanitarian, warga dan aparat desa.

Wilayah kecamatan Rajabasa yang berada di kaki Gunung Rajabasa diakui Budi Riyanto menjadi kendala proses pengentasan masyarakat dari aktivitas BABS. Pembuatan jamban sehat disebutnya terus didorong memberdayakan masyarakat sekaligus sumber daya alam yang ada.

“Kendala geografis wilayah Rajabasa berbatu sehingga sulit melakukan penggalian pembuatan jamban. Kemampuan ekonomi masyarakat terbatas masih menjadi faktor lambatnya upaya menuju bebas ODF,” terang Budi Riyanto, Sanitarian Puskesmas rawat inap Rajabasa, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (1/2/2019).

Budi Riyanto optimis, dengan adanya pendampingan sekaligus dukungan dari relawan STBM, masyarakat bisa memiliki jamban sehat. Upaya pembuatan jamban sehat disebut Budi Riyanto di wilayah kecamatan Rajabasa, saat ini juga terkendala bencana alam tsunami yang melanda wilayah tersebut pada 22 Desember 2018 silam.

Sejumlah rumah warga yang hancur akibat tsunami membuat warga masih tinggal di hunian sementara (huntara) dengan fasilitas jamban disediakan secara komunal.

Percepatan ODF di sejumlah desa yang tidak terdampak tsunami diakui Budi Riyanto terus dikebut. Khusus untuk lokasi huntara pada sejumlah titik, relawan juga telah membangun jamban sehat bagi pengungsi agar tidak melakukan BABS.

Tim verifikasi ODF bertugas melakukan pendataan dan verifikasi jamban sehat di kecamatan Rajabasa Lampung Selatan – Foto: Henk Widi

Tim verifikasi desa untuk proses ODF di setiap desa diakuinya telah bekerja maksimal untuk mendorong setiap warga memiliki jamban sehat. Pelatihan pembuatan jamban sehat dengan menggunakan sumber daya alam berupa bambu untuk proses pembuatan septic tank juga telah berhasil membebaskan 3 desa dari aktivitas BABS.

“Kesuksesan dari beberapa desa yang sudah bebas BABS akan ditularkan ke sejumlah desa lain agar masyarakat bisa memiliki jamban sehat,” beber Budi Riyanto.

Selain di kecamatan Rajabasa, koordinator kecamatan (Korcam) STBM kecamatan Tanjung Bintang terus mendorong desa di wilayah tersebut bebas ODF.

Warsito, koordinator STBM di kecamatan Tanjung Bintang menyebut, dari sebanyak 16 desa sudah terverifikasi sebanyak 11 desa dinyatakan ODF. Dukungan dari Dinas Kesehatan untuk mendorong masyarakat mengupayakan STBM dalam pembuatan jamban sehat terus dilakukan.

Warsito menyebut, upaya gotong royong juga dilakukan dengan adanya kerjasama
unsur bintara pembina desa (Babinsa) TNI Koramil Tanjungbintang. Pendampingan dilakukan untuk membuat jamban sehat sesuai rancang bangun yang sudah disiapkan.

Upaya tersebut sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam menekan angka kesakitan termasuk penurunan angka stunting yang salah satunya disebabkan sanitasi yang buruk.

”Bulan ini kami mendorong sebanyak lima desa bisa ODF sehingga pertengahan tahun semua desa di kecamatan Tanjung Bintang ODF setelah dilakukan verifikasi,” beber Warsito.

Meski target sempat meleset pada akhir tahun 2018 semua desa di kecamatan tersebut ODF, sisa target akan dikebut pada tahun 2019. Kendala masyarakat yang memiliki dana terbatas sekaligus kurangnya peran berbagai unsur menjadi penyebab lambannya capaian ODF.

Pada sejumlah desa ia menyebut dukungan pada proses pencapaian ODF dilakukan dengan mengalokasikan dana desa untuk membuat jamban sehat. Cara tersebut diakuinya efektif meski ada sebagian desa yang kesulitan menerapkan sistem tersebut.

Pada beberapa wilayah ia mengaku sejumlah desa memberikan dukungan berupa pembelian peralatan dan material.

Material yang dibeli untuk pembuatan jamban sehat dengan sokongan dari desa di antaranya kloset, pipa pvc, besi, semen, pasir, batu bata serta bahan lain.

Selanjutnya proses pembuatan jamban sehat dilakukan melalui sistem gotong royong melibatkan masyarakat sekitar dan relawan STBM atau dikenal dengan tentara WC.

Baca Juga
Lihat juga...