hut

Saung Berkarya Bertekad Kembangkan Produk Kerajinan Bulu Domba Wonosobo

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

WONOSOBO — Partai Berkarya melalui pusat pengembangan dan percontohan usaha pertanian dan peternakan Saung Berkarya, bertekad mengembangkan kabupaten Kabupaten Wonosobo sebagai daerah percontohan kewirausahaan berbasis pertanian dan peternakan terpadu.

Salah satunya dengan mengembangkan potensi peternakan domba Batur yang banyak terdapat di kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

“Wonosobo ini kan terkenal sebagai penghasil Domba Batur. Saung Berkarya ingin memaksimalkan potensi itu dengan mendorong warga menghasilkan produk-produk kerajinan. Selain bisa dijual sebagai oleh-oleh khas Wonosobo, kerajinan ini juga bisa diekspor dengan harga tinggi,” ungkapnya di Wonosobo belum lama ini.

Sri menyebutkan, bulu domba yang selama ini hanya merupakan produk sampingan peternakan, padahal memiliki nilai jual sangat tinggi jika diolah sebagai produk-produk kerajinan, seperti mantel. Di luar negeri, mantel bulu domba memiliki harga mencapai jutaan rupiah, atau lebih tinggi dari harga domba itu sendiri.

“Kita ingin membantu warga disini dengan melatih membuat kerajinan. Contoh seperti ini. Ini mantel domba. Ini berasal dari kulit satu ekor domba. Harganya jutaan. Lebih mahal dari dombanya,” katanya.

Selain itu, produk kerajinan lain yang bisa dihasilkan adalah lukisan. Lukisan bulu domba ini banyak dijual di daerah-daerah wisata seperti Bali, dan sangat disukai oleh turis-turis asing dari luar negeri.

“Wonosobo memiliki potensi wisata kawasan daratan tinggi Dieng. Ini nanti bisa dijual disana sebagai oleh-oleh khas Wonosobo. Karena banyak wisatawan luar negeri di bali yang suka lukisan seperti ini, harganya juga cukup tinggi, ratusan ribu rupiah,” ujarnya.

Dengan memaksimalkan potensi usaha dari bulu domba itu, Sri pun berharap agar kesejahteraan masyarakat Wonosobo akan bisa meningkat. Terlebih melalui program kewirausahaan berbasis pertanian dan peternakan terpadu, seluruh hasil bisa disingkirkan dan dimanfaatkan untuk keperluan warga. Mulai dari kotoran ternak diubah menjadi pupuk dan biogas. Hasil pertanian disalurkan ke GORO sehingga memotong rantai penjualan ke tengkulak, dan sinergi lainnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!