Sayur Gulai Pekhos Asin Gambas, Kuliner Perekat Kebersamaan

Editor: Satmoko Budi Santoso

240

LAMPUNG – Sayur asam atau kerap dikenal dengan gulai pekhos asin menjadi salah satu kuliner tradisional khas Lampung.

Salah satu jenis kuliner tradisional khas masyarakat Lampung Selatan (Lamsel) yang kerap diolah adalah gambas atau dikenal dengan kiput. Sayur tersebut salah satunya dimasak dengan cara diolah menjadi sayur bening.

Nurlaela, salah satu warga asal desa Kunjir, kecamatan Rajabasa menyebut, kerap mengolah sayur asam gambas yang diperoleh dari kebun miliknya.

Sayur asam gambas disebut Nurlaela, kerap dibuat dengan variasi beberapa sayur lain di antaranya pucuk muda laos, melinjo muda, jagung muda, kacang muda serta sejumlah sayur lain.

Bumbu pembuatan gulai pekhos asin yang digunakan di antaranya asam kandis, cabai hijau utuh, garam, bumbu penyedap rasa. Sayur asam gambas diakuinya kerap disajikan bersama dengan sejumlah lauk berupa ayam goreng, ikan asin serta tempe goreng. Lengkap dengan sambal terasi serta sejumlah lalapan berupa daun kenikir, kacang panjang dan kemangi.

Nurlaela mengaku, mengolah variasi sayur asam dari gambas, karena proses pengolahan dibuat dengan mudah. Sayur asam gambas atau kiput dibuat dalam kegiatan makan bersama atau bancakan bertujuan agar cepat diolah.

Bersama sang anak bernama Bianca, ia mengolah sayur asam gambas untuk menjamu tamu, serta para pekerja yang merehab rumah. Meski sederhana sayur asam gambas disebutnya memiliki nilai gizi yang baik.

“Bahan baku sayur asam gambas cukup mudah diperoleh karena berasal dari kebun serta dipastikan dalam konisi segar, sehat, karena ditanam dengan cara organik,” terang Nurlaela, saat ditemui Cendana News, Sabtu (9/2/2019).

Sayur asam gambas dibuat dengan cukup sederhana serta tidak membutuhkan waktu lama. Setelah semua bahan disiapkan gambas atau kiput dipotong kecil-kecil atau dibelah. Semua jenis bahan untuk pembuatan sayur disebutnya dimasak secara bertahap, mulai dari jagung muda, melinjo muda serta pucuk laos.

Ketiga jenis bahan dimasukkan dalam air mendidih hingga empuk. Gambas disebutnya dimasukkan pada tahap akhir karena mudah empuk. Gambas bahkan kerap disajikan dalam kondisi setengah matang untuk menjaga nilai gizi.

Sayur asam gambas disebut Nurlaela sudah bisa diangkat dari tempat memasak setelah lima belas menit. Setelah matang, sayur asam gambas siap disajikan dalam mangkuk khusus. Mangkuk yang digunakan kerap memakai mangkuk kaca untuk menjaga sayur dalam kondisi hangat.

Sayur asam gambas atau kiput disajikan bersama dengan nasi hangat serta sejumlah lauk juga lalapan. Menu tersebut diakui Nurlaela disajikan dalam suasana kebersamaan yang dikenal dengan istilah bancakan.

Bianca, sang anak yang ikut membantu memasak sayur gambas menyebut, ia mulai diajari mengolah sayur tersebut sejak duduk di bangku SMP. Hingga kini sudah menjadi mahasiswa Bianca mengaku, sayur asam gambas bisa disajikan dengan cukup sederhana dan mudah dibuat.

Bianca menyajikan sayur asam gambas atau kiput – Foto: Henk Widi

Beberapa jenis bahan yang dipergunakan disebutnya mudah diperoleh dari bahan-bahan yang segar dan menyehatkan. Sejumlah bahan yang dipergunakan bahkan memiliki nilai gizi karena berbahan rempah-rempah.

”Sayur gulai pekhos asin berbahan gambas sangat cocok disajikan dalam suasana cuaca hujan, karena disertai bumbu rempah. Termasuk laos muda yang disertakan pada sayur,“ terang Bianca.

Sayur gulai pekhos asin gambas disebut Bianca, menjadi salah satu varian sayur untuk disajikan dengan porsi banyak. Saat kegiatan yang membutuhkan porsi makan banyak, sayur asam gambas disebutnya mudah dibuat dalam waktu cepat serta bahan tidak terlalu sulit.

Saat ia tinggal di tempat kos sebagai mahasiswa, sayur asam gambas disebutnya kerap menjadi sayur untuk menu makan. Selain varian sayur asam gambas, beberapa jenis lauk juga dibuat berupa tempe goreng, ikan asin, sambal pekhos, serta sambal terasi untuk penggugah selera.

Sugiharto, salah satu warga asal Banten yang menikmati sajian sayur asam atau gulai pekhos asin di keluarga Nurlaela mengaku, cita rasa sayur tersebut sangat lezat. Dinikmati bersama dengan sejumlah lauk dan lalapan, variasi sayur gambas atau kiput menjadi lebih lezat dengan sajian sejumlah lauk lain.

Sugiharto (tengah) menikmati sayur gulai pekhos asin gambas atau sayur asam gambas – Foto: Henk Widi

Rasa dominan asam pada kuah dengan adanya asam kandis serta segar berpadu dengan lauk sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat.

“Variasi menu sayur asam gambas meski sederhana, namun bisa menghangatkan tubuh, karena dilengkapi dengan bumbu rempah,” beber Sugiharto.

Sugiharto juga menyebut, cara penyajian yang bervariasai membuat sayur gulai pekhos asin gambas bisa dinikmati dalam kebersamaan. Menikmati nasi hangat dengan sayur asam gambas disebut Sugiharto semakin menambah kebersamaan karena disajikan dengan lesehan.

Tuan rumah serta tamu yang hadir menikmati sajian sayur asam gambas tersebut semakin menambah suasana keakraban dan kekeluargaan meski menu yang disajikan cukup sederhana.

Baca Juga
Lihat juga...