Sebagian Besar Rumah Makan di Bekasi Belum Miliki IPAL

Editor: Mahadeva

386

BEKASI — 90 persen bangunan dan rumah makan di Kota Bekasi, tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (Ipal). Sementara itu, Peraturan Wali Kota Bekasi No.45/2015, mengamanatkan pengelolaan air limbah domestik melalui proses IPAL, untuk menjaga lingkungan dari pencemaran.

Andrea Sucipto, Kepala UPTD Disperkimtan, Kota Bekasi – Foto M Amin

“Hasil monitoring yang sudah dilakukan, untuk bangunan dan rumah makan, dapat dikatakan 90 persen, rumah makan di Kota Bekasi tidak memiliki IPAL, untuk pengelolaan limbah domestiknya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Air Limbah (PAL) Domestik, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Andrea Sucipto, Rabu (20/2/2019).

Monitoring sengaja difokuskan kepada aktivitas rumah makan. Hal itu dikarenakan, rumah makan setiap harinya, menjadi penyumbang limbah domestik terbanyak di Kota Bekasi. Oleh karenanya, jika tidak memiliki IPAL, akan berdampak sangat buruk bagi saluran drainase air yang ada di Kota Bekasi. Saluran menjadi akan tercemar dan dipenuhi bakteri.

Rumah makan dan usaha sejenisnya di Kota Bekasi, hanya menggunakan saringan biasa, dalam pengelolaan limbah domestik. Hal tersebut, tidak memberi dampak positif mengurangi bakteri di dalam limbah yang dialirkan ke drainase.

“Monitoring yang dilakukan tidak hanya rumah makan biasa, tetapi juga mencakup tempat makan cepat saji. Bayangkan saja restauran cepat saji di Jatiasih, tidak memiliki IPAL, apa lagi rumah makan biasa,” tandas Andrea.

IPAL memiliki peran penting, dalam upaya menjaga lingkungan. IPAL berfungsi sebagai penyaring, untuk mengurangi bakteri yang terdapat pada limbah domestik. Jika dibiarkan, bakteri akan mengalir ke drainase dan dapat mencemari sumur.

“Dari hasil monitoring yang sudah dilakukan sudah direkomendasikan kepada Wali Kota Bekasi. Tunggu saja apa rekomendasi Wali Kota, apakah rumah makan yang belum memiliki IPAL di beri peringatan dan diberi waktu membuat IPAL atau lainnya tunggu saja,” tegas Andrea.

Lihat juga...