Sebagian Petani di Parigi Moutong Mulai Panen Padi

239
Ilustrasi

PARIGI, SULTENG — Sebagian petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mulai panen padi untuk musim tanam Oktober-November 2018.

Pantauan di Kecamatan Parigi, Parigi Selatan, dan Balinggi, Kabupaten Parimo, Rabu (6/2/2019), para petani terlihat mulai memanen padi, tetapi belum pada puncak panen raya.

Panen raya di daerah lumbung beras di Provinsi Sulteng itu baru akan berlangsung Maret-April 2019.

“Baru sebagian kecil petani yang sudah mulai panen untuk musim tanam (MT) 2018,” kata I wayan Sutarna, salah seorang petani di Kecamatan Parigi Selatan.

Ia mengatakan panen di wilayah tersebut tidak merata, begitu pula di wilayah lainnya, sudah ada panen, tetapi masih sebagian kecil saja.

Dia berharap panen kali ini akan lebih baik dari sebelumnya.

“Sepertinya hasil panen sekarang ini cukup bagus, sebab butir padi padat,” katanya.

Hal senada juga disampaikan I Made, petani asal Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi, mengatakan baru sebagian petani yang panen di wilayah itu.

Sementara harga beras kualitas premium di wilayah itu berkisar Rp9.000/kg. “Itu harga pembelian pedagang langsung ke petani,” katanya.

Dia mengaku hasil panen petani selama ini banyak dijual kepada pedagang pengumpul dari pada Bulog, sebab harga pembelian Bulog jauh lebih rendah dibandingkan pedagang.

Seperti pada tahun lalu, kata dia, Bulog membeli beras petani dengan harga Rp8.030/kg. Sementara para pedagang membeli beras petani dengan kualitas yang sama paling rendah Rp9.000/kg.

Karena itu, rata-rata petani menjual hasil panen kepada pedagang yang kebanyakan datang dari luar daerah seperti Gorontalo dan Manado.

Setiap kali panen, para pedagang dari provinsi tetangga itu datang membeli beras langsung ke penggilingan padi. “Jadi transaksi jual-beli langsung di penggilingan,” ujarnya. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...