hut

Sehari, KPU Banyumas Sosialisasi Pemilu di Tiga Ponpes

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas menggelar sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di tiga Pondok Pesantren (Ponpes), Selasa (4/2/2019). Sosialisasi di ponpes yang ada di wilayah Kecamatan Cilongok, Baturaden dan Kembaran tersebut, dilakukan dalam waktu satu hari.

Ketua KPU Banyumas, Imam Arif Setiadi, mengatakan, pihaknya melakukan jemput bola di kantong-kantong pemilih. Ponpes termasuk dalam kategori kantong Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Tiga ponpes yang didatangi KPU yaitu, Ponpes Muhammadiyah Zam-zam di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok. Kemudian, Ponpes Mahasiswi An Najah di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, dan Ponpes Darussalam di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran.

ʺSebenarnya ada lima ponpes yang rencananya akan dilakukan sosialisasi hari ini, tetapi baru bisa teraksana pada tiga ponpes. Dua ponpes nanti dijadwalkan ulang, yaitu Ponpes At Taujieh Al Islami Leler, Kecamatan Kebasen dan Ponpes Al Hidayah Karangsuci, Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara,ʺ terang Imam Arif, Selasa (5/2/2019).

Imam Arif menjelaskan, ponpes merupakan salah satu kantong pemilih DPTb, karena pada saat pencoblosaan, besar kemungkinan tidak semua santri bisa pulang ke kampung halaman. Sehingga KPU Banyumas memilih melakukan jemput bola, dengan membuka pelayanan DPTb.

ʺDi pondok pesantren biasanya sebagian para santri dari luar daerah, dan mereka belum tentu bisa pulang saat pencoblosan, sehingga untuk melindungi hak para santri, kita jemput bola sosialisasi sekaligus buka pelayanan DPTb,ʺ jelasnya.

Pemilih yang termasuk kategori DPTb, adalah pemilih yang sudah tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT). Namun, karena sebab-sebab tertentu, yang bersangkutan tidak dapat memberikan suara di TPS sesuai alamat DPT.

Ada enam alasan pemilih untuk mengurus DPTb yaitu, karena sedang belajar, kuliah atau nyantri di pondok pesantren, kemudian karena sedang bekerja di luar daerah, sedang menjalani masa hukuman, tertimpa bencana alam dan karena pindah domisili serta sedang menjalani perawatan di panti sosial atau sedang menjalani rehabilitasi.

ʺKita juga membuka pelayanan bagi masyarakat yang hendak mengurus perpindahan tempat pencoblosan. Yang bersangkutan bisa datang langsung ke kantor KPU dengan membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai persayaratan untuk mengurus formulir A5,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...