Sejumlah LPJU Jalinsum Padam Dikeluhkan Pengendara

Editor: Satmoko Budi Santoso

352

LAMPUNG – Sejumlah pengendara yang melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Kalianda, Penengahan hingga Bakauheni, Lampung Selatan, mengeluhkan padamnya lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Hasan, salah satu pengendara truk ekspedisi asal Palembang, Sumatera Selatan menyebut, kerap was-was di sepanjang Jalinsum karena kondisi jalan bergelombang. Selain bergelombang kondisi lampu padam di Jalinsum kerap membuat ia harus memacu kendaraan miliknya dengan kecepatan terbatas.

Hasan menyebut sebagai truk ekspedisi pengangkut hasil pertanian, ia menempuh menjadi lebih lama. Meski akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar sepanjang 140,9 kilometer selesai dibangun, namun hanya ruas pelabuhan Bakauheni ke gerbang tol Bakauheni Utara yang bisa dilintasi pada malam hari sepanjang 8,9 kilometer.

Sejumlah ruas Jalinsum yang berlubang dengan LPJU yang padam berada di wilayah desa Kekiling, desa Kuripan, desa Kelau hingga desa Pasuruan serta Banjarmasin.

“Seharusnya akses Jalinsum jangan diabaikan termasuk keberadaan lampu penerangan jalan, karena saat malam hari pengendara mengalami kendala terutama pada sejumlah titik jalan berlubang,” terang Hasan, salah satu pengendara truk ekspedisi, saat ditemui di salah satu rumah makan di Jalinsum, Jumat malam (22/2/2019).

Selain membahayakan bagi kendaraan yang melintas kondisi jalan yang gelap disebutnya berpotensi memicu angka kriminalitas di jalan. Pada sejumlah titik terutama di tanjakan desa Sukabaru perbatasan kecamatan Penengahan dan kecamatan Bakauheni ia menyebut, kerap menjadi korban pungutan liar.

Meski aksi tersebut hanya meminta sejumlah uang untuk alasan keamanan namun ia menyebut dibuat tidak nyaman. Selain keamanan ia menyebut, kondisi lampu jalan yang mati membuat pengendara harus melakukan konvoi dengan kendaraan lain saat menuju dan dari pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Hasan menyebut sebagian lampu penerangan jalan umum merupakan lampu tenaga surya (solar cell). Lampu yang sebagian dipasang oleh pihak terkait tersebut umumnya sudah dipasang sejak tahun 2012 hingga 2013.

Meski sebagian masih terpasang lampu pada bagian tiang namun baterai sudah hilang. Selain sebagian mengalami kerusakan, kuat dugaan instalasi lampu tenaga surya yang rusak hilang akibat aksi pencurian.

Dikonfirmasi terpisah, Bayu, kontraktor dari PT. Metropolitan Jakarta yang memasang 92 titik LPJU pada bulan Oktober 2018 sudah mulai menyala pada November.

Bayu memastikan sebagian besar lampu yang padam serta dikeluhkan oleh para pengendara merupakan lampu yang dipasang lebih dari lima tahun silam. Ia menyebut pihaknya memasang 92 titik lampu dengan sistem meteran otomatis dan memakai listrik dari jaringan PLN. Sistem tersebut merupakan cara baru untuk lebih mengefisienkan penggunaan lampu di Jalinsum.

Bayu, kontraktor dari PT. Metropolitan Jakarta pelaksana perbaikan lampu penerangan jalan milik Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan RI – Foto: Henk Widi

“Sebagian besar lampu yang kami pasang masih menyala karena kami gunakan nomor dan selalu dicek jika ada yang padam diperiksa serta diperbaiki,” terang Bayu.

Sistem meterisasi pada lampu penerangan jalan umum diakui Bayu sangat penting untuk penghematan dibanding sebelumnya memakai lampu tenaga surya. Pemasangan lampu tersebut, sekaligus penggantian sejumlah lampu yang rusak dan dipasang pada tahun anggaran tahun 2015 hingga 2017 yang masih bisa difungsikan.

Pemasangan instalasi baru hingga pemeliharaan disebutnya menjadi tanggungjawab Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat). Ia juga berharap sejumlah LPJU di Jalinsum akan diperbaiki sebelum angkutan mudik lebaran Idul Fitri tahun 2019.

Sebanyak 92 titik lampu yang dipasang lima bulan sebelumnya dari mulai Kalianda hingga Bakauheni sejauh ini masih menyala dengan baik. Bayu menyebut lampu jalan baru yang dipasang menggunakan jenis light emitting diode (LED) dengan daya 120 watt.

Sejumlah lampu yang dipasang tersebut sebagian berada di sejumlah titik yang dekat dengan perkampungan warga. Ia berharap warga bisa ikut menjaga fasilitas tersebut karena berfungsi juga sebagai lampu penerangan di sekitar perkampungan warga.

Baca Juga
Lihat juga...