Sepanjang 2018, MA Tangani 662 Perkara Kasasi dan 208 PK

Editor: Makmun Hidayat Ketua MA: Pencegahan Korupsi Bisa Dimulai dari Keluarga

208
Ketua MA M. Hatta Ali - Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Ketua Mahkamah Agung, M. Hatta Ali, mengatakan pada 2018, jumlah perkara tindak pidana korupsi yang masuk pada Tingkat Kasasi sebanyak 662 perkara. Dan Peninjauan Kembali (PK) 208 perkara.

“Mahkamah Agung memahami parameter keberhasilan pemberantasan tindak pidana korupsi bukan pada tingginya angka penindakan dan berapa banyak pelaku yang dijatuhi pidana, tetapi bagaimana menekan angka tindak pidana korupsi itu sendiri sampai titik terendah. Jadi pemberantasan korupsi bisa dimulai dari keluarga sebagai lembaga terkecil,” kata M. Hatta Ali di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Lebih jauh Hatta Ali mengatakan, pemerintah bersama masyarakat harus mengambil langkah pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi secara sistematis dan berkesinambungan. Pendekatan sistem yang berkesinambungan inilah menurut Hatta, yang harus dikedepankan untuk mengefektifkan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Upaya yang berkesinambungan tersebut harus dilakukan setidaknya pada unsur-unsur sistem hukum yaitu struktur, subtansi hukum dan budaya hukum,” ujarnya.

Indonesia sebut Hatta Ali, sudah melewati hampir satu generasi untuk mewujudkan budaya hukum antikorupsi. Generasi yang lahir pasca reformasi seharusnya menjadi generasi yang berbudaya antikorupsi, karena sudah mendapatkan pandangan dan nilai-nilai dari masa sebelumnya.

“Tentunya hal ini adalah tugas berat yang tidak hanya menjadi beban pemerintah dan penegak hukum, tetapi semua stakeholder yang bahkan harus dimulai dari keluarga sebagai lembaga sosial terkecil tempat ditanamkan nilai nilai sedini mungkin,” ungkapnya.

Menurut Hatta Ali, sebagus apa pun aturan yang dibuat, belum tentu bisa bisa efektif membuat para koruptor bahkan orang lain itu melakukan korupsi.

“Dan itu terbukti, selama ini kasus korupsi terus saja terjadi, padahal aturan sudah bagus. Untuk itu, keluarga merupakan salah satu harapan untuk menghilangkan korupsi,” sebutnya.

Baca Juga
Lihat juga...