Sistem Pelayanan Kesehatan Terintegrasi di Belitung, Diluncurkan

261
Ilustrasi - Dok CDN

TANJUNGPANDAN — Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meluncurkan program sistem pelayanan kesehatan terintegrasi, untuk mewujudkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik di daerah itu.

“Sistem rujukan pasien ke Jakarta saat ini tidak lagi susah dan berbelit dengan hadirnya program pelayanan kesehatan terintegrasi ini,” kata Bupati Belitung, Sahani Saleh, di Tanjungpandan, Jumat (1/2/2019).

Menurut dia, sistem pelayanan kesehatan terintegrasi tersebut akan memudahkan bagi pasien peserta BPJS kesehatan program PBI kelas tiga yang akan menjalani proses rujukan ke rumah sakit di luar daerah.

Ia menjelaskan, pelayanan terintegrasi yang dimaksud berupa pendaftaran 24 jam secara daring dengan petugas pelayanan di loket RSUD Marsidi Judono, surat rujukan bersifat daring, mendapatkan fasilitas antar jemput mobil rujukan ambulans baik di Belitung dan Jakarta.

Kemudian mendapatkan pendamping perawat atau dokter untuk pasien kondisi medis tertentu sesuai keputusan dokter, sistem reservasi dan akomodasi tiket pesawat, kamar penginapan dalam satu layanan terintegrasi.

“Kami targetkan program ini selama dua tahun selanjutnya kami akan siapkan SDM tenaga medis dan dokter spesialis di RSUD Marsidi Judono kalau sarana dan prasarananya sudah cukup baik,” katanya.

Sementara itu Direktur Utama RSUD Marsidi Judono, dr Hendra menyambut baik peluncuran sistem pelayanan kesehatan terintegrasi sebagai program kesehatan unggulan pemerintah di daerah itu.

Ia menyebutkan rata-rata pasien yang harus dirujuk ke luar daerah adalah pasien yang harus mendapatkan penanganan lebih lanjut seperti cedera kepala, stroke dan kanker yang membutuhkan pengobatan kemoterapi.

“Semoga program ini dalam dua tahun bisa tuntas. Selanjutnya kami bisa melengkapi semua pelayanan yang ada rumah sehingga bisa ditangani di sini,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...