Siswa SMK Yadika Belajar Mengolah Sampah di Bank Sampah Eltari M230

Editor: Mahadeva

506

MALANG – Ratusan siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yadika Bangil, Kabupaten Pasuruan, berkunjung ke Bank Sampah Eltari M230, Rabu (20/2/2019). Mereka belajar pengelolaan sampah di lembaga yang berlokasi di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Yadika, M.Said, menyebut, kunjungan dilakukan untuk studi ekskursi, mengetahui bagaimana cara mengelola sampah yang tepat. “Di sekolah Yadika, sementara ini kebanyakan anak-anak hanya menjual produk mentahnya langsung ke pengepul. Jadi belum dilakukan pengelolaan sampah lebih lanjut,” jelasnya.

Di sekolah tersebut, pengolahan sampah hanya dilakukan pada saat ada festival baju daur ulang. Sementara, untuk pendirian bank sampah di sekolah, sudah diwacanakan setahun lalu, namun masih belum berhasil. Penyebabnya, lebih dikarenakan belum dipahaminya cara mengelola bank sampah. “Untuk itu kami harus banyak belajar dan mencari informasi terkait pengelolaan bank sampah, termasuk berkunjung ke bank sampa Eltari M230,” terangnya.

SMK Yadika bertekad, tidak hanya mengasah siswa dari sisi akademik. Tetapi, juga memberikan keterampilan sekaligus meningkatkan rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan.

Guru PKN dan KWU SMK Yadika, Margiono, menyebut, bank sampah di Pasuruan masih belum terlalu populer. Sangat berbeda dengan di Malang. “Di Malang, keberadaan bank sampah mungkin memang sudah umum, tapi kalau di Pasuruan belum begitu populer. Jadi kita ingin belajar di sini, siapa tahu, bisa memberikan inspirasi bagi para siswa dan juga guru di SMK Yadika. Karena hal ini bisa menjadi peluang usaha juga untuk dikembangkan disamping usaha formal,” tandasnya.

Penggagas Bank Sampah Eltari M230, Yusuf Karyawan, menyebut, sampah sebenarnya bersumber dari manusia sendiri. Jika anak-anak tidak diajari dan diedukasi mengenai bahaya sampah, maka bencanalah yang akan dirasakan generasi berikutnya. “Jadi anak-anak perlu diajarkan bagaimana mengelola sampah dengan bijak agar tidak terjadi timbunan sampah sekaligus dapat meningkatkan nilai ekonomi dari sampah itu sendiri,” ujarnya.

Lihat juga...