SMA 5 Menjadi Sekolah Siaga Kependudukan Pertama di Balikpapan

Editor: Mahadeva

358

BALIKPAPAN – SMA Negeri 5 Balikpapan ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pertama di Balikpapan. Penetapan tersebut dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan.

Kepala Dinas DP3AKB, Sri Wahyuningsih saat peresmian Sekolah Siaga Kependudukan – Foto Ferry Cahyanti

“Sebelumnya, SMA Negeri 5 dipilih BKKBN Kalimantan Timur, untuk mengikuti pelatihan sebagai SSK,” kata Kepala Dinas DP3AKB, Sri Wahyuningsih usai peresmian SMA Negeri 5 menjadi SSK pertama di Balikpapan, Kamis (21/2/2019).

SSK diharapkan bisa mengedukasi warga sekolah, mengenai pentingnya pemahaman kependudukan. Hal tersebut untuk mengantisipasi, lonjakan jumlah penduduk usia produktif di Indonesia. “Ini merupakan upaya bersama, dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya menyongsong bonus demografi yang puncaknya terjadi di 2028,” imbuh Sri Wahyuningsih.

Merujuk data BKKBN, Indonesia akan mengalami masa dimana penduduk usia produktif, yaitu di rentang usia 15 hingga 65 tahun, akan lebih banyak daripada penduduk usia tidak produktif. Program SSK diluncurkan pemerintah, untuk mempersiapkan generasi berkualitas. Harapannya, dapat mendorong pertumbungan daya saing bersaing di era modern.

“Jumlah penduduk berusia produktif yang melimpah ini merupakan peluang sekaligus tantangan. Jika kita berhasil meningkatkan SDM, mereka akan memiliki generasi berkualitas. Kita punya tenaga kerja yang melimpah,” imbuhnya.

Sebaliknya, jika memiliki generasi muda yang banyak namun tidak memiliki skill, akan menjadi beban pemerintah. Tantangan yang dihadapi bukan hanya rendahnya tingkat pendidikan. Tingginya laju pertumbuhan penduduk, juga rawan memicu pengangguran, kualitas kesehatan yang rendah, serta persoalan-persoalan remaja. “Banyaknya persoalan yang dihadapi remaja terkait dengan pergaulan bebas, pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya, merupakan pekerjaan rumah bersama,” kata Sri Wahyuningsih.

Melalui SSK, siswa didorong tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Penerus bangsa yang memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran, serta sikap dan perilaku berwawasan kependudukan.

Kepala SMA Negeri 5 Balikpapan, Ririen Friedayati, menyambut gembira penetapan sekolahnya sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). “Ini sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami, untuk merealisasikan tujuan SSK di sekolah kami,” tandasnya.

SMA Negeri 5 menjadi sekolah pertama di Balikpapan yang ditetapkan sebagai sekolah siaga kependudukan. Di seluruh Kalimantan Timur, SMAN 5 menjadi sekolah kelima yang berstatus SSK.

Lihat juga...