hut

Soeharto tak Lupakan Pengorbanan Warga Dusun Bibis

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Dusun Bibis, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, merupakan salah satu lokasi yang memiliki sejarah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Di dusun inilah, para pejuang yang tergabung dalam Pasukan Wehrkreise III pimpinan Letkol Soeharto, pernah bermarkas dan menyusun strategi untuk melawan penjajah Belanda, saat masa Agresi II Militer Belanda pada 1948-1949. 

Kontribusi warga Dusun Bibis dalam membantu mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan RI, memang sudah tak perlu diragukan lagi. Tak hanya sekadar menyediakan tempat persembunyian, warga Dusun Bibis secara sukarela juga tak segan ikut berperang, serta bahu-membahu membantu para pejuang dalam menyediakan kebutuhan logistik hingga informasi rahasia.

Sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih, pemerintah telah membangun Monumen Bibis sebagai tetenger atau pengingat jasa besar warga Dusun Bibis selama masa class II. Hal itu dilakukan pada masa pemerintahan Presiden kedua RI, HM Soeharto, pada 1979. Bahkan secara pribadi, Pak Harto pernah memberikan bantuan berupa sembako, pakaian dan kebutuhan lainnya kepada warga Dusun Bibis.

Hal itu disampaikan salah seorang warga Dusun Bibis, Sapto Marsudi, yang merupakan salah satu pengurus Monumen Bibis, sekaligus cucu Lurah Harjowiyadi, yang rumahnya dijadikan markas Letkol Soeharto, bersama pasukannya sebelum peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, terjadi.

“Setelah menjadi presiden, Pak Harto masih sering datang ke sini. Kalau tidak salah, dua-tiga kali. Bahkan, Pak Harto pernah bawa tiga truk berisi sembako, pakaian dan alat-alat perlengkapan untuk warga di sini. Sebagai bentuk balas budi, karena pernah dibantu warga Bibis,” ujarnya, kepada Cendana News.

Hubungan Pak Harto dengan Lurah Harjowiyadi, setelah era kemerdekaan pun diketahui juga tetap sangat baik. Keduanya diceritakan tetap saling bersilaturahmi satu sama lain, meski masa perang telah usai. Baik itu Lurah Harjowiyadi yang diundang ke kediaman Cendana Jakarta, maupun Pak Harto yang datang ke rumah Harjowiyadi di Dusun Bibis.

“Beberapa kali Pak Harto datang ke sini untuk bertemu dan ngobrol dengan Simbah. Walaupun datangnya tidak dengan banyak pengawalan atau diam-diam. Selain itu, kadang sering juga Simbah yang diundang ke Jakarta. Biasanya, dengan dijemput oleh ajudan Pak Harto,” katanya.

Lihat juga...