hut

Sumur Dalam Lebih 100 Meter di Kaltim Harus Berizin

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Suryanto -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Masyarakat maupun perusahaan yang melakukan pengeboran sumur di atas 100 meter, harus mengantongi izin Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang hanya dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan Kaltim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, mengungkapkan, dalam pengeboran sumur dalam di atas 100 meter, hanya dikeluarkan izinnya oleh Dinas Pertambangan Kaltim. Sedangkan Pemerintah Kota Balikpapan hanya memberikan rekomendasi berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup.

“Pengeboran di atas 100 meter, maka harus mendapatkan izin dari Dinas Pertambangan Kaltim,” ucapnya, Rabu (6/2/2019).

Menurut Suryanto, biasanya yang izin lebih dari 100 meter untuk hotel dan perusahaan besar. Karena itu, pihaknya mengimbau warga tidak mengebor sumur dalam di kawasan rawan.

Imbauan yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup itu menyikapi adanya pengeboran sumur dalam oleh warga yang kemudian mengeluarkan semburan gas metan, mengakibatkan kebakaran pada tiga unit rumah di Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, belum lama ini.

Lanjut Suryanto, pengeboran sumur dalam di kawasan rawan juga dilarang, apalagi jika kawasan itu sudah terdapat sambungan air bersih dari PDAM.

Karena itu, pihaknya mengimbau warga agar memanfaatkan air hujan dan air permukaan seperti kolam penampungan.

“Paling tidak, kami akan melarang pengeboran di kawasan yang rawan, terlebih jika kawasan itu sudah terdapat sambungan air bersih dari PDAM,” tandasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!