hut

Sungai Way Sekampung Meluap, Peternak Andalkan Tanggul Penangkis

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Luapan sungai Way Sekampung batas alam Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur mulai berimbas ke sejumlah peternak.

Herman, salah satu peternak sapi asal Desa Sukarandek, Kecamatan Sragi, menyebut, semenjak musim penghujan air sungai Way Sekampung meluap. Imbasnya sejumlah lahan pertanian dan ladang penggembalaan ternak ikut terendam luapan air banjir. Selain ia tidak bisa menggembalakan ternak sapi, proses mencari pakan untuk hewan ruminansia atau memamahbiak sulit dilakukan.

Pada musim kemarau, Herman menyebut, bisa menggembalakan ternak sapi, kerbau, kambing pada bantaran sungai Way Sekampung. Semenjak satu pekan terakhir air sungai Way Pisang meluap dengan ketinggian berkisar satu meter sehingga lahan penggembalaan berkurang.

Herman, salah satu pemilik ternak sapi mencari rumput di tanggul sungai Way Sekampung usai lahan penggembalaan tergenang luapan sungai Way Sekampung – Foto: Henk Widi

Beruntung sebagian wilayah kawasan tanggul penangkis ditumbuhi rumput yang bisa digunakan sebagai pakan. Proses mencari rumput (ngarit) disebutnya menjadi pilihan selama luapan sungai Way Sekampung belum surut.

“Luapan sungai Way Sekampung menjadi siklus tahunan terutama pada bulan Februari hingga Maret bahkan ketinggian bisa mencapai lebih dari satu meter bisa merendam perkampungan warga,” terang Herman. salah satu pemilik ternak di Kecamatan Sragi, saat ditemui Cendana News, Selasa (26/2/2019).

Sejumlah pemilik ternak di wilayah bantaran sungai Way Sekampung, menurut Herman, memilih membuat kandang tingkat menghindari air sungai meluap. Cara tersebut efektif dilakukan untuk menghindarkan kandang ternak tiba-tiba terendam air banjir kiriman.

Banjir kiriman sungai Way Sekampung kerap terjadi saat hujan melanda wilayah Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesawaran. Saat sungai meluap peternak bahkan memilih mengungsikan ternak ke tanggul penangkis.

Sumardiono, salah satu pemilik ternak lain menyebut, memilih mengandangkan sapi miliknya selama sungai Way Sekampung meluap. Warga yang tinggal di Desa Kuala Sekampung tersebut mengaku, telah memahami siklus banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut.

Sejumlah lokasi lahan penggembalaan serta tempat mencari pakan disebut Sumardiono, terendam air banjir termasuk lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut. Setiap hari ia mencari satu karung rumput yang diangkut dengan motor untuk dibawa pulang sebagai pakan.

“Selain lahan kebun sawit saat musim hujan dengan potensi banjir sejumlah pemilik tambak juga was was luapan sungai membuat jebol tanggul penangkis,”cetus Sumardiono.

Lahan tambak udang vaname di wilayah tersebut mengandalkan saluran pemasukan dengan sistem kelep. Sistem kelep merupakan saluran air yang akan menutup secara otomatis saat air banjir luapan sungai Way Sekampung mencapai tanggul penangkis.

Sebaliknya air akan terbuang saat air sungai Way Sekampung surut sehingga ratusan hektare lahan tambak udang vaname di wilayah kecamatan Sragi aman dari luapan sungai Way Sekampung. Tanggul penahan tambak udang vaname sekaligus menjadi lokasi alternatif menggembalakan ternak kambing.

Andika serta anak-anak di Dusun Serampang, Desa Kuala Sekampung menyebut, tanggul penangkis menjadi lokasi pilihan untuk menggembalakan ternak kambing. Pada kondisi musim kemarau Andika dan anak-anak lain kerap menggembalakan sekitar 30 ekor kambing di dekat sungai Way Sekampung.

Bantaran sungai Way Sekampung dan tanggul penangkis berjarak sekitar puluhan meter menjadi hamparan padang rumput favorit untuk menggembalakan ternak.

Lahan seluas sekitar puluhan hektare tersebut disebutnya sudah tidak bisa digunakan untuk menggembalakan kambing. Pasalnya, ketinggian luapan air sudah mencapai satu meter pada sejumlah titik.

Tanggul penangkis luapan sungai Way Pisang dan tanggul tambak disebut Andika menjadi lokasi alternatif untuk menggembalakan ternak. Aktivitas menggembalakan ternak disebutnya dilakukan anak-anak tersebut dilakukan sepulang sekolah membantu orangtua yang berprofesi sebagai petani.

Lihat juga...