Swasembada Daging, Barito Timur Target Ratusan Kerbau Wajib Bunting

237
Ilustrasi. Kerbau - Dok CDN

TAMIANG LAYANG — Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menargetkan 500 ekor kerbau wajib bunting sebagai upaya mendukung program swasembada daging.

Kepala Dinas Pertanian Barito Timur, Riza Rahmadi, mengatakan populasi kerbau di Desa Juru Banu dan Tampu Langi, Kecamatan Paju Epat, diprogramkan sebagai ternak besar yang wajib bunting dengan pola inseminasi buatan.

“Kami sudah menyosialisasikan sekaligus melakukan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Juru Banu dan Tampu Langit, agar ternak besar seperti sapi dan kerbau indukan wajib bunting,” kata Riza di Tamiang Layang, Kalimantan Tengah, Kamis (21/2/2019).

Setelah dilakukan upaya pembuntingan melalui inseminasi buatan, Pemkab Barito Timur akan melanjutkan dengan penyuntikan hormon untuk meningkatkan birahi. Penyuntikan dilakukan saat hewan melalui kandang jepit. Setelah terjadi perubahan perilaku, maka indukan kerbau siap dilakukan Inseminasi Buatan (IB).

Data hewan ternak besar di Barito Timur saat ini berkisar 850 ekor yang terdiri dari 500 ekor kerbau dan 350 ekor sapi. Dari target 500 kerbau diharapkan mampu meningkatkan hingga 80 persen dari target. “Mudah-mudahan bisa meningkatkan populasi hewan ternak besar untuk target yang dicapai,” kata Riza.

Selain mendukung upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab), pihaknya juga mendorong Upsus padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Salah satunya, hasil panen jagung varietas NK 212 sebanyak 10,8 ton pipilan jagung kering.

Kabupaten Barito Timur tercatat menghasilkan panen 9,4 ton jagung per hektare dari lahan seluas 1,5 hektare. Panen itu dihasilkan dari kelompok tani di Desa Sibung, Kecamatan Raren Batuah yang melibatkan penyuluh dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Kodim 1012 Buntok.

Kolaborasi antara petugas penyuluh dan Babinsa diharapkan mampu memberikan pendampingan kepada petani dalam menanam ketiga sumber makanan pokok tersebut.

“Jadi, kami terus mengupayakan untuk mendukung swasembada pangan dan daging sesuai Upsus Siwab dan Upsus Pajale,” kata Riza. (Ant)

Lihat juga...