Tahun Ini Banyumas Tambah 20 Sapi Pembibitan

Editor: Mahadeva

377

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas di 2019 berencana menambah 20 ekor sapi pembibitan. Hal itu menjadi tindaklanjut setelah memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (PTHPT).

Banyumas, Achmad Husein. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Bupati Banyumas, Achmad Husein, berharap UPT PTHPT, bisa menghasilkan bibit sapi perah dan hijauan pakan ternak berkualitas dan berkelanjutan. UPT Pembibitan Ternak tersebut, berlokasi di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Sarana tersebut, dibangun di lahan seluas 18 hektare, dengan kapasitas kandang sapi bisa menampung hingga 50 ekor.

Saat ini indukan sapi baru ada 10 ekor, dan rencananya akan ditambah 20 ekor. ʺRencananya dalam tiga tahun ini, UPT sudah maksimal dengan 50 ekor sapi, pengadaan bertahap, untuk tahun ini sekitar 20 ekor sapi, sisanya tahun berikutnya,ʺ kata Husein, Senin (25/2/2019).

Bupati berharap, keberadaan UPT Pembibitan Ternak Manggala, bisa memenuhi kebutuhan susu segar bagi anak-anak dan ibu hamil di daerah tersebut. Dari perhitungannya, setelah sapi lengkap 50 ekor, maka akan dihasilkan rata-rata 15 liter susu per sapi per hari, sehingga  total mengasilkan 750 liter.

Artinya, seandainya dibagikan per anak atau ibu hamil masing-masing mendapatkan 200 cc, maka sebanyak 3.750 anak dan ibu hamil, akan miunum susu setiap pagi. ʺSusu sangat banyak nutrisinya, dan bisa dimanfaatkan oleh janin di dalam kandungan. Selain itu, susu juga dipakai bukan hanya sebagai kebutuhan pelengkap, namun juga kebutuhan dasar. Susu banyak dipakai untuk memperbaiki kekurangan gizi ibu hamil, dampaknya bukan hanya bagi ibu hamil saja, tetapi juga pada anak yang dilahirkan nanti akan menjadi anak yang cerdas dan tidak kuntet. Jika produksi susu sudah maksimal, nanti tinggal diatur pola distribusinya, mungkin bisa per sekolah secara bergilir dan per desa untuk ibu hamil,ʺ tuturnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dinkannak) Kabupaten Banyumas, Sugiyatno, mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan potensi yang ada di UPT Pembibitan Ternak Menggala. Program seperti Inseminasi Buatan (IB), dan pengobatan ternak sapi dan kambing akan dimaksimalkan. Khusus untuk 10 ekor sapi pengadaan 2018, sudah dilakukan gerakan gertak birahi dan dua ekor sapi sudah berhasil.

“Sudah dilakukan gerakan gertak birahi, tetapi baru dua ekor sapi yang berhasil. Kalau di luar UPT, Dinkannak sepanjang 2018, sudah melakukan IB lebih dari 5.000 ekor indukan sapi, dengan tingkat keberhasilan mencapai 70-80 %,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...