Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Pasang Pendeteksi Gajah

184
Ilustrasi gajah - Dok CDN

BANDARLAMPUNG — Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengatakan pihaknya telah memasang alat pendeteksi gajah seperti Global Positioning System (GPS), agar ketika ada gajah masuk ke permukiman warga dapat terdeteksi oleh petugas.

“Kita telah memasang alat pendeteksi gajah di beberapa titik, tetapi gajah ini tidak beraturan masuk dan ke luarnya. Ini yang membuat kewalahan untuk bisa mendeteksi keberadaan gajah tersebut,” kata Agus, saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu.

Menurutnya, pemasangan alat pendeteksi gajah ini sudah dilakukan sejak lama. Bahkan selain pemasangan alat, juga didirikan posko untuk dapat memantau gajah yang ke luar masuk permukiman warga.

Selain itu, katanya, kawanan gajah liar yang sering ke luar masuk permukiman warga ini, masih terus dilakukan penelitian, karena pada saat malam hari kawanan gajah ini masuk ke hutan kawasan, sedangkan siang hari ke luar dan ke permukiman warga.

“Kami sedang mencarikan solusi agar kawanan gajah ini tidak masuk dan menginap di permukiman warga,” katanya.

Agus menjelaskan, peristiwa kawanan gajah masuk ke permukiman warga ini, bukan hanya tahun ini saja, tetapi sudah sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, menurut dia, untuk menggiring kawanan gajah ke luar dari permukiman warga, telah dilakukan koordinasi dengan Pimpinan Tamaan Nasional Way Kambas (TNWK) agar bisa mengirim “mahout” (petugas penjaga/pawang gajah) ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

“Dengan cara ini kawanan gajah bisa keluar dari permukiman warga. Semoga dengan petugas mahout ini kawanan gajah bisa nurut untuk ke luar dari perkampungan tersebut,” katanya.

Ia mengharapkan, ke depan masyarakat dapat hidup secara berdampingan dengan hewan gajah, karena ini hutan lindung yang merupakan habitatnya. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...