Tarif MRT Jakarta Sudah Final, Anies Belum Bisa Mengumumkan

Editor: Mahadeva

225
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mendampingi Presiden Joko Widodo di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019) – Foto Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, pembahasan tarif Moda Raya Transportasi (MRT) Jakarta sudah memasuki fase final. Tetapi, pengumuman tarif belum bisa dilakukan, sebelum memiliki data lengkap.

“Tarif MRT sudah fase final. Tinggal masa pengumuman saja, tapi sekarang sebelum data lengkap, saya tidak akan mengumumkan,” ucap Anies di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu menyebut, penghitungan tarif MRT Jakarta per kilometer. Sementara MRT Jakarta Fase satu, Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) lintasannya sepanjang 16 kilometer. 10 kilometer jalur layang dan enam kilometer di jalur bawah tanah. “Nanti penghitungannya (tarif) per kilometer,” kata Anies.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD DKI, Santoso, mengatakan, berdasar data sementara yang diperoleh dari perhitungan operator, tarif MRT sebelum subsidi sebesar Rp18.000. “DPRD diinformasikan tarif MRT itu Rp 18.000 tarifnya, itu belum disubsidi,” kata Santoso saat dihubungi secara terpisah.

Santoso menyebut, apabila angka Rp18.000 sudah pasti, Dia menyarankan DKI mensubsidi sebesar Rp8.000. Sehingga tarif MRT di Jakarta sebesar Rp10.000. “Saya sampaikan, berapa-pun besarnya, subsidi itu tidak boleh lebih dari yang rakyat bayarkan, misal Rp18.000 ya, subsidi harus di bawah yang orang bayarkan. Misal (tarif) Rp10.000, pemerintahnya (subsidi) Rp8.000. Jangan kebalik,” tandasnya.

Hal itu dikarenakan, tidak semua warga Jakarta memakai subsidi tersebut. Sebab, ada yang memilih naik MRT Jakarta, dan ada yang tidak memilih menggunakannya. “Jadi saya selaku dewan, menginginkan subsidi itu jangan sampai lebih dari 100 persen dari yang rakyat bayarkan,” ujar Santoso.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menuturkan, penentuan tarif masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Namun kami datang dengan usulan tarif sebesar Rp8.500 dan Rp10 ribu. Itu berdasarkan kerelaan masyarakat untuk membayar (willingness to pay),” ujarnya.

Dua usulan tarif tersebut menggunakan perhitungan jarak tempuh rata-rata 10 kilometer per satu kali perjalanan. Sementara, apabila penumpang hanya menggunakan MRT untuk jarak pendek, perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah stasiun yang dilewati. Hasil perhitungan yang telah dilakukan operator, untuk jarak pendek, apabila ada penumpang yang hanya melewati satu stasiun, maka tarif yang dikenakan dipatok sebesar Rp2.200,00.

Sedangkan apabila penumpang melewati dua stasiun yang jaraknya berkisar dua kilometer, maka perhitungannya menjadi Rp1.500 ditambah dengan kisaran Rp700 hingga Rp850 per kilometer.

Lihat juga...