Terjangkit Demam Berdarah, Dua Warga Magetan Meninggal

162

MAGETAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat dua orang warga daerah itu meninggal dunia akibat terjangkit penyakit demam berdarah (DB) selama Januari hingga Februari 2019.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, Furiana Kartini, mengatakan sepanjang bulan Januari hingga awal Februari 2019 sudah ada 78 kasus demam berdarah yang ditemukan di wilayahnya, dua penderita diantaranya meninggal dunia.

“Sampai dengan kemarin, sudah ada 78 kasus demam berdarah yang meninggal dunia dua orang. Diperkirakan pasien akan terus bertambah selama musim hujan berlangsung,” ujar Furiana Kartini kepada wartawan di Magetan, Selasa (12/2/2019).

Untuk mengantisipasi semakin banyaknya penderita demam berdarah, Dinkes Magetan dan jajarannya terus menggalakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan dengan 3M di lingkungan sekitar tempat tinggal agar terhindar dari gigitan nyamuk penyebar virus penyakit demam berdarah.

Pemkab Magetan juga melibatkan para pelajar untuk memantau dan memberantas jentik nyamuk, terlebih di tempat-tempat penampungan air di sekolah, diantaranya di toilet dan musala.

Sementara, untuk daerah yang warganya sudah terjangkit demam berdarah, maka Dinas Kesehatan Magetan akan melakukan fogging atau pengasapan.

“Adapun fogging dilakukan dengan radius 100 meter dari lokasi warga yang positif tertular penyakit demam berdarah,” kata Furiana.

Tujuan fogging adalah untuk membunuh nyamuk dewasa penyebar virus dengue. Sehingga, jumlah warga yang terjangkit demam berdarah tidak bertambah. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...