Tiga Desa di Kupang Diminta Tetap Waspada DBD

174
Ilustrasi - Dok CDN

KUPANG – Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengingatkan masyarakat di tiga kelurahan, yakni Solor, Nunhila dan LLBK, yang masih bebas dari serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) tetap dalam kondisi waspada DBD.

“Ada tiga kelurahan di Kota Kupang yang belum memiliki kasus DBD. Kami berharap, masyarakat di daerah itu untuk tetap waspada, karena ketiga kelurahan ini sudah dikepung oleh kelurahan yang sudah memiliki kasus DBD,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyuningsi, di Kupang, Rabu (6/2/2019).

Menurut dia, berdasarkan data pada Dinas Kesehatan dari 51 kelurahan di ibu kota provinsi NTT ini hanya tiga kelurahan yang masih bebas DBD, sedangkan 48 kelurahan sudah memiliki kasus DBD.

Ketiga kelurahan masih bebas dari serangan penyakit DBD yang disebabkan virus nyamuk aides agaypti, yaitu Kelurahan Solor, Nunhila dan LLBK.

“Kami ingatkan harus tetap waspada ketiga kelurahan itu sudah ‘dikepung’ oleh kelurahan yang telah tertular kasus DBD, sehingga potensi untuk terjadi penularan tetap ada jika tidak diwaspadai,” tegas Sri.

Menurut dia, masyarakat Kota Kupang harus terus menerapkan pola 3M plus, yaitu mengubur benda-benda bekas, menguras tempat penampungan air serta mengubur kaleng-kaleng bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Sri mengatakan, penerapan pola 3M sangat efektif dalam mengatasi penyebaran kasus DBD sehingga tidak meningkat.

“Kami berharap, masyarakat di tiga kelurahan itu terus menerapkan pola 3M dalam mengatasi kasus DBD, karena mampu mengeliminasi penyebaran nyamuk DBD di daerah setempat,” kata Sri.

Menurut dia, kasus DBD di Kota Kupang saat ini sudah mencapai 305 kasus dari sebelum penetapan status KLB DBD hanya 23 kasus. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...