Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar, Bandara di Padang Sepi

Editor: Satmoko Budi Santoso

240

PADANG – Penurunan penumpang masih terjadi di Bandara Internasional Minangkabau Padang Pariaman, Sumatera Barat. Hal disebabkan masih mahalnya harga tiket maskapai penerbangan domestik dari Padang menuju beberapa daerah di Indonesia, begitu sebaliknya.

Executive General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Dwi Ananda Wicaksana, menjeaskan, untuk pergerakan pesawat di Bandara Internasional Minangkabau saat ini mengalami penurunan dari 1 Januari lalu hingga sekarang.

Jika dilihat dari persentasenya minus 20 persen, yakni pada angka 60 hingga 70 pesawat per hari, biasanya berada pada angka 80 hingga 88 per hari.

Sedangkan kata Dwi, persentase penumpang mengalami penurunan minus 30 persen, yaitu jika dirata-rata di angka 7 ribu hingga 9 ribu per hari. Angka itu jauh dibandingkan biasanya yang bisa mencapai 10 ribu hingga 11 ribu per hari.

Menurutnya, meskipun saat ini terjadi penurunan, tidak ada pengalihan penerbangan ke bandara lain. Sebab, memang sejumlah bandara mengalami hal serupa, termasuk yang terbesar di Bandara Soekarno-Hatta.

“Walaupun ada penurunan. Tetapi penerbangan tidak ada dikurangi, mau penumpang sedikit atau banyak, operasional bandara tetap berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang dikurangi,” katanya, Rabu (13/2/2019).

Selain itu, untuk penerbangan luar negeri tetap berjalan. Bahkan, tidak ada yang dibatalkan. Kalau dilihat penumpang yang transit menuju pulau Jawa dari Kuala Lumpur memang sedikit meningkat, tapi belum bisa dikatakan ramai.

Kemudian untuk pengiriman melalui kargo, lanjut Dwi juga menurun pada angka 30 hingga 40 persen dari biasanya jika dilihat pada bulan yang sama pada tahun lalu.

“Jadi, kondisi ini baru berlangsung satu setengah bulan. Jika dibilang rugi dari segi pendapatan memang terjadi. Persentase kerugiannya belum dapat dipastikan angkanya, sebab sekarang masih ada penurunan,” katanya.

Executive General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Dwi Ananda Wicaksana bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat berada di Bandara Internasional Minangkabau/Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, saat meninjau suasana Bandara Internasional Minangkabau mengatakan, akibat kenaikan harga tiket pesawat, kondisi pariwisata atau kunjungan ke Sumatera Barat, mengalami penurunan hingga 30 persen.

Begitu juga sektor Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) turun hingga 40 persen.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian kita bersama agar cepat pulih dan Bandara Internasional Minangkabau kembali ramai. Sebab, dengan mahal harga tiket dan bagasi berbayar sangat berpengaruh kepada sektor pariwisata dan perdagangan Sumatera Barat,” ujarnya.

Menurutnya, menyikapi kondisi ini Pemprov Sumatera Barat juga akan melakukan upaya-upaya yang bisa membuat kunjungan tetap ramai. Bisa jadi ada paket-paket wisata yang mungkin bisa disediakan semurah mungkin.

Namun hal itu, Pemprov Sumatera Barat perlu untuk berbicara dengan pihak agen travel di Sumatera Barat.

Selain itu, Nasrul juga berharap, agar ada kebijakan yang bisa dilakukan oleh pihak kementerian terkait, agar harga tiket kembali normal.

Begitu juga untuk bagasi berbayar, bisa segera dihapus. Karena aturan tersebut turut membuat penumpang penerbangan jadi tidak bisa berbelanja saat berkunjung ke Sumatera Barat.

“Sudah tiket mahal, bagasi berbayar lagi. Kondisi ini bisa membunuh aktivitas kedatangan pengunjung atau wisatawan ke Sumatera Barat. Apalagi UMKM, barang jualan mereka tidak laku lagi, karena wisawatan berpikir panjang untuk berbelanja,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...