TNI-Masyarakat Bersinergi Deteksi Dini Ancaman Terorisme

216

BANDARLAMPUNG — Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Kol Inf Taufik Hanafi, menyambut baik pernyataan yang diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius, terkait intelijen TNI dapat mengemban fungsi deteksi dini ancaman terorisme di tengah masyarakat.

“Itu bagus, kami sangat mendukung pernyataan beliau agar TNI dilibatkan guna menangkal terorisme. TNI bersinergi dengan masyarakat untuk mendeteksi dini ancaman terorisme,” kata dia, di Bandarlampung, Senin (11/2/2019).

Danrem melanjutkan sejauh ini peran intelijen TNI terus dan selalu memantau situasi dan sebagainya, sehingga segala sesuatu kegiatan dapat termonitor dari awal untuk pencegahan-pencegahan radikalisme.

“Tentunya kita juga selalu bersinergi dengan kepolisian maupun masyarakat untuk memantau kebiasaan-kebiasaan aneh. Kita semua tahu bahwa terorisme adalah musuh kita bersama, tidak mungkin TNI juga bekerja sendiri selain bantuan dari kepolisian dan masyarakat sekitar,” kata dia menerangkan.

Peran bintara pembina desa (Babinsa) yang ada di tingkat Koramil atau kecamatan sendiri sampai saat ini terus melaksanakan peran dalam tugasnya untuk menangkal lebih awal ketika ada perbedaan yang ada di masyarakat setempat.

“Babinsa harus memonitor sedini mungkin apabila ada gejolak di masyarakat, sehingga bisa mengatasinya. Selain itu masyarakat juga harus peduli terhadap lingkungannya, artinya ketika melihat orang-orang yang aneh seperti berbulan-bulan numun tidak peduli terhadap tetangganya kan perlu dicurigai juga. Dan itu peran intelijen maupun Babinsa dalam mengantisipasi terorisme,” kata dia.

Sebelumnya diwartakan, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius diundang untuk memberikan pembekalan mengenai fenomena radikalisme dan terorisme di Indonesia pada Rapat Koordinasi (Rakor) Intelijen TNI Tahun 2019.

Dalam pembekalan itu, Suhardi Alius menyatakan aparat intelijen TNI dapat mengemban fungsi deteksi dini terhadap ancaman terorisme di tengah masyarakat. Hal itu ia ungkapkan mengingat institusinya tidak bisa bekerja sendirian dalam upaya penanggulangan terorisme sehingga BNPT memerlukan bantuan pemangku kepentingan yang lain termasuk TNI.

Dia juga berharap aparat intelijen TNI ikut turun melakukan deteksi dini terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat mengingat TNI mempunyai bintara pembina desa (Babinsa) yang ada di tingkat Koramil atau kecamatan.

Diharapkan juga aparat babinsa dapat melihat isu-isu secara aktual sehingga fenomena yang terjadi di lapangan bisa cepat diinformasikan dan diambil keputusannya. (Ant)

Lihat juga...