hut

Tumpang Sari Usaha Tambak, Cara Warga Sragi Maksimalkan Hasil

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Satu bulan lebih pascabencana alam tsunami melanda wilayah Lampung Selatan (Lamsel), sejumlah lahan tambak belum kembali ditebar benih udang vaname.

Nurdiono, salah satu pemilik tambak di Paret 12, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, membenarkan lahan tambak miliknya belum diisi benih.

Ia mengaku, belum menebar benih karena pasokan benih baru bisa diperoleh pada akhir pekan ini. Meski demikian, persiapan lahan tambak dilakukan dengan memasang terpal tambak, serta jaring pada sepanjang tanggul.

Memanfaatkan waktu menunggu proses penyebaran benih udang, Nurdiono memanfaatkan tanggul sebagai tempat menanam sayuran. Lahan seluas dua hektare dengan jumlah empat petak tambak disebutnya memiliki sejumlah tanggul berukuran tiga meter.

Tanggul tersebut digunakan Nurdiono sebagai lokasi menanam labu siam, bayam, sawi, cabai rawit, serta sejumlah sayuran. Pemanfaatan tanggul untuk kegiatan tumpang sari, sudah umum dilakukan oleh pemilik tambak di wilayah tambak tersebut.

Nurdiono, petambak udang vaname di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi melakukan pengecekan peralatan – Foto: Henk Widi

Sistem tumpang sari, disebut Nurdiono, menjadi cara untuk mendapat penghasilan tambahan. Pasalnya, penanaman berbagai jenis sayuran yang dibudidayakan dengan sistem organik, kerap menjadi pasokan bagi penjual sayuran keliling.

Jenis sayuran yang kerap diminati berupa kemangi, cabai rawit, sawi, bayam dan sayuran lain. Setiap pagi sejumlah sayuran tersebut diambil pedagang untuk dijual keliling, sebagian sayuran dipergunakan untuk kebutuhan keluarga.

“Pemanfaatan tanggul tambak untuk tempat budidaya sayuran menjadi salah satu cara memaksimalkan hasil selain dari usaha budidaya udang vaname,” terang Nurdiono, salah satu petambak di Desa Bandar Agung, saat ditemui Cendana News, Senin (18/2/2019).

Nurdiono menyebut, tumpang sari pada lahan tambak, selain dilakukan pada bagian tanggul, juga dilakukan pada kolam tambak. Kolam tambak udang vaname dengan sistem tradisional, menurutnya bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan bandeng.

Budidaya udang vaname dan ikan bandeng, merupakan cara menjaga sirkulasi air pada tambak. Selain dipergunakan sebagai sirkulasi air, penebaran ikan bandeng berguna untuk membersihkan lumut yang menjadi gulma pada tambak.

Pada kondisi normal, Nurdiono menyebut, pemanenan udang vaname bisa dilakukan sejak usia 75 hari dengan ukuran size 80. Harga udang vaname yang dipanen dengan sistem parsial tersebut, bisa dipanen dengan harga jual Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Pada tebaran sekitar 1000 benur atau benih udang, ia mengaku, bisa memanen hasil sekitar 2 hingga 3 ton udang vaname. Selain itu, pada puncak panen total, ia bisa mendapatkan hasil panen ikan bandeng sekitar 5 kuintal dengan harga per kilogram berkisar Rp10.000.

“Pada jangka pendek, penanaman sayuran pada tanggul bisa menjadi penghasilan harian, mingguan dan panen udang serta ikan bandeng dalam jangka dua bulan,” papar Nurdiono.

Pemilik tambak lain bernama Sumiani dan Hasan juga menerapkan pola pemanfaatan tumpang sari pada tanggul.

Sumiani, salah satu pemilik tambak yang memanfaatkan tanggul untuk menanam sayuran – Foto: Henk Widi

Sumiani menyebut, tanaman sayuran yang diperbanyak berupa kemangi, cabai serta tomat rempai menjadi tanaman utama pada tanggul miliknya.

Tanaman tersebut menjadi salah satu sumber kebutuhan untuk salah satu usaha kuliner pecel lele di Jalan Lintas Timur Lampung. Sebab jenis sayuran yang ditanam dengan sistem organik tanpa zat kimia.

“Setiap dua hari sekali dengan menjual sayuran, saya bisa memperoleh hasil puluhan hingga ratusan ribu,” beber Sumiani.

Sumiani melakukan proses perawatan dengan memanfaatkan air tambak. Lumut yang dibersihkan dari dasar tambak dengan sistem penyerokan juga dipergunakan untuk pupuk tanaman.

Berbeda dengan Sumiani dan petambak lain, Hasan yang memanfaatkan tanggul tambak mengaku, menanam sayuran di tanggul agar kondisi tambak tetap bersih.

Tanpa ditanami sayuran, ia menyebut, tambak kerap ditumbuhi rumput. Pemanfaatan tanggul untuk tumpang sari sayuran sekaligus memenuhi kebutuhan sayuran bagi keluarganya.

Lihat juga...