Tunjukkan Lokasi Kemacetan, Dishub DKI Gunakan Data Aplikasi

Editor: Mahadeva

220

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan data aplikasi Google Maps dan Waze dalam Operasi Lintas Jaya 2019. Data dari dua aplikasi tersebut, akan digunakan untuk menunjukkan lokasi kemacetan di Jakarta.

“Kita punya Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas, juga kita bisa memonitor secara real time, juga memanfaatkan data-data seperti Google Map dan Waze,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widiyatmoko, Senin (11/2/2019).

Operasi lintas jaya digunakan Dishub untuk mengetahui titik-titik kemacetan, serta jalan alternatif untuk mobilitas masyarakat. “Untuk titik sasarannya ada dua, pada lintasan dan pelintas. Lintasan berdasarkan pantauan, kita punya Unit Pengelola sistem lalu lintas, itu juga kita bisa memonitor di sana secara realtime, juga memanfaatkan data-data seperti Google Map dan Waze,” ujarnya.

Operasi diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan berlalu lintas masyarakat. Sebanyak 700 personel gabungan, dari Dishub DKI, TNI dan Polri, diturunkan dalam operasi tersebut. Jumlah personel yang terlibat, TNI sebanyak 115 personel, Polri sebanyak 150 personel dan Dinas Perhubungan sebanyak 352 personil.

Operasi Lintas Jaya 2019 digelar selama kurang lebih delapan bulan, dimulai Senin (11/2/2019). Selain pantauan arus lalu lintas, Operasi Lintas Jaya juga akan menertibkan praktik percaloan di terminal dan angkutan umum. “Kita melaksanakan penertiban juga di terminal-terminal, sebagai pusat dari operasi angkutan umum, yang menjadi salah satu sasaran dengan penertiban calo. Kemudian juga tarif maupun kelengkapan administrasi dari penyelenggaraan angkutan umum itu sendiri,” jelasnya.

Dalam operasi kali ini, Dishub DKI Jakarta, juga akan mengecek kelengkapan administrasi penyelenggaraan angkutan umum, serta kesesuaian tarif. Seluruh pelanggaran yang ditemukan, akan ditindak berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku. “Seragam dan SIM pengemudi angkutan umum, keamanan dan ketertiban lingkungan, pengawasan tarif tiket, pemberantasan calo, serta penertiban angkutan penyeberangan di Dermaga Kali Adem,” rinci Sigit.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, kegiatan Operasi Lintas Jaya berhasil membuat jalanan di Ibu Kota lebih rapi dan tertib. Dari pelaksanaan operasi di 2018, terjadi peningkatan kepatuhan delapan persen. Kemudian problem over loading menurun 18 persen. (Baca: /2019/02/operasi-lintas-jaya-2019-upaya-wujudkan-tertib-lalin-di-jakarta.html).

Baca Juga
Lihat juga...