Tutut Soeharto-Berkarya Siap Mandirikan Santri

Editor: Koko Triarko

462

PURWOREJO – Pondok Pesantren merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, Ponpes memiliki peran sentral dalam menjalankan fungsi pendidikan dan mencetak generasi penerus bangsa. 

“Saya sering datang ke pondok pesantren, karena Pak Harto sejak dulu juga selalu datang ke ponpes. Pak Harto bilang, bahwa pondok pesantren telah banyak berperan besar dalam membantu pemerintah. Karena tidak hanya menjadi tempat untuk belajar ilmu agama, namun  juga membantu mengajarkan pendidikan budi pekerti masyarakat,” kata Siti Hardiaynti Rukmana, putri sulung Presien Soeharto, saat berkunjung ke Ponpes An-Nawawi, Berjan Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (17/2/2019).

Menurut Siti Hardiyanti Rukmana yang karib disapa Tutut Soeharto ini, di pondok pesantren setiap santri akan diajarkan kedisiplinan, sebuah hal yang harus ditanamkan dalam diri manusia sejak kecil. Sebab, tanpa kedisiplinan, hidup seseorang akan sulit mendapatkan kelancaran dan keberhasilan.

Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto) didampingi pimpinan Ponpes An-Nawawi, Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, KH Ahmad Chalwani -Foto: Jatmika H Kusmargana

Di hadapan ribuan santri, Tutut Soeharto yang datang bersama Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto), berpesan agar para santri dapat menjadi manusia yang bertanggung jawab. Yakni, dengan belajar dan menuntut ilmu semaksimal mungkin untuk kemudian ditularkan kepada orang-orang di sekitar.

“Adik-adik harus belajar baik-baik dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Siapa tahu, nanti ada santri di sini bisa jadi pemimpin nasional. Entah, jadi menteri atau presiden. Karena itu, apa pun cita-citanya, harus dikejar dengan berusaha sekuat tenaga,” katanya.

Sebelum melakukan dialog dengan para santri, Tutut Soeharto menemui pimpinan Ponpes Al-Nawawi, Berjan, Purworejo, KH Ahmad Chalwani, yang berkediaman tak jauh dari kompleks ponpes. Tutut bersama Partai Berkarya mengaku akan menjalankan program kemandirian pesantren di Ponpes Al-Nawawi.

“Kita akan bawa program kemandirian pesantren. Supaya pesantren bisa mandiri dan tidak tergantung pihak luar. Nanti akan ada pertanian terpadu, yang hasilnya bisa dijual ke GORO. GORO akan bantu masyarakat di sini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Sehingga harapannya pesantren ini bisa lebih baik lagi,” katanya.

KH Ahmad Chalwani, menyambut baik kehadiran Turut Soeharto bersama rombongan ke Pondok Pesantren binaannya. Ia juga mengaku akan mendukung penerapan program kemandirian pesantren melalui pertanian terpadu, di Ponpes Al-Nawawi.

Baca Juga
Lihat juga...