hut

Tutut Soeharto: BKMT Sukses Gerakkan Emak-emak Indonesia

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), yang diprakarsai oleh almarhum Prof. Dr. Tuty Alawiyah, merupakan perhimpunan wanita Indonesia. Lembaga tersebut ingin berbuat sesuatu bagi bangsa dan negara Indonesia.

Upaya yang dilakukan, melalui pembentukan sikap mental dalam keluarga dan masyarakat sekelilingnya. “Tidak terasa 38 tahun, BKMT berkiprah, dengan jumlah anggota 15 juta jamaah, yang tersebar di 34 provinsi dan 400 kabupaten. Ini bukan jumlah yang sedikit, tapi luar biasa sekali yang dilakukan oleh ibu Tuty Alawiyah,” kata Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto  pada milad ke 38 BKMT di Sasana Kriya TMII, Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Menurutnya, kalau saat ini hadir gerakan emak-emak, dengan sepak terjang yang dahsyat memperjuangkan Indonesia menjadi lebih baik. Tutut Soeharto menyebut, almarhum Tuty Alawiyah sudah 38 tahun menghimpun para emak-emak Indonesia.

“Belum ada perhatian kepada kaum emak-emak, tapi ibu Tuty dengan BKMT sukses kumpulkan emak-emak dari seluruh Indonesia. Dulu hanya 27 provinsi, sekarang 34 provinsi. Ini suatu langkah yang tidak pernah dimiliki oleh wanita manapun di dunia. Saya apresiasi untuk almarhum ibu Tuty Alawiyah,” tegasnya.

Putri Cendana ini berharap, agar putra-putri Tuty Alawiyah melanjutkan perjuangan almarhumah, yang disebutnya sangat luar biasa. Menurut Tutut Soeharto, almarhumah Ibu Tien Soeharto sangat terkesan dengan perjuangan Tuty Alawiyah. Hingga Ibu Tien Soeharto menyampaikan pesan sebagaimana yang dimuat dalam buku berjudul Strategi Dakwah, yang ditulis oleh Tuty Alawiyah.

Pesan Ibu Tien Soeharto yang tertulis dalam buku tersebut berbunyi “Majelis taklim mempunyai potensi dasar dalam membangkitkan masyarakat dalam pembangunan. Majelis taklim juga dapat memberikan sinar dalam pembangunan dan nilai keagamaan serta kerohanian yang luhur”. “Itu yang Ibu Tien sampaikan kepada  BKMT pada saat ibunda tercinta kami diundang acara BKMT untuk menyampaikan pandangannya,” kata perempuan energik tersebut.

Menurut Tutut Soeharto, apa yang dikatakan almarhumah Ibu Tien Soeharto sangatlah benar. Sesungguhnya, kaum ibu-ibu memiliki peran sebagai perantara Allah SWT, untuk mendidik manusia-manusia baru atau generasi muda, menjadi insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Perayaan milad ke 38 BKMT, juga menjadi ajang silaturahmi antara keluarga Haji Muhammad Soeharto dan Tuty Alawiyah serta keluarga besar BKMT. “Silaturahmi menjalin hubungan kekeluargaan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Yakni sebagaimana tercantum surah Anissa ayat 1, Bertaqwalah pada Allah SWT, yang dengan mempergunakan namanya kami saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturahmi, sesungguhnya Allah SWT selalu menjaga dan mengawasi. Jadi sesungguhnya silaturahmi ini bukan rekayasa tetapi perintah dari Allah SWT,” tutur Tutut Soeharto.

Tutut Soeharto menyebut, alunan syair lagu Mars BKMT sangat bermakna, terutama pada penggunaan kata Berkarya. “Ternyata hati ibu Tuty dengan hati keluarga kami sudah menyatu, jadi sama berkarya,” kata Tutut Soeharto

Tutut Soeharto mengatakan, bahwa jalinan silaturahmi antara keluarga Bapak Soeharto dan Tuty Alawiyah, tidak hanya terjadi saat ini. Hubungan tersebut, sudah terjalin sejak dulu, bahkan tiga generasi sudah dilalui.  Generasi pertama adalah, antara Pak Harto, Ibu Tien dan Tuty Alawiyah. Adapun generasi kedua adalah adanya hubungan baik antara putra-putri almarhum Pak Harto dan almarhumah Tuty Alawiyah.

Sedangkan ketiga yakni terjalinnya silaturahmi antara cucu Pak Harto dan cucu almarhumah Tuty Alawiyah. “Anak saya dan cucu ibu Tuty, bersekolah bersama dari sejak SD di Al Azhar. Dan sampai sekarang mereka masih tetap menjalin silaturahmi. Jadi sudah tiga generasi dan bukan dibuat-buat. Silaturahmi ini perintah Allah yang harus dilaksanakan selama kami diberi waktu untuk hidup di dunia,” tegasnya.

Tutut Soeharto menyebut, pada 11 Juli 2018, keluarga besar BKMT berkunjung ke rumah almarhumah Ibu Tien Soeharto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta. Dalam kunjungan itu, jamaah BKMT mengadakan tahlil dan berdoa bersama. Dalam kesempatan tersebut, Tutut Soeharto merasa dihangatkan kembali silaturahmi yang sudah terjalin sejak tahun 1991. “Pada hari ini, tidak hanya perayaan milad saja, tapi kita silaturahmi. Saya rasa tidak berkeberatan, kalau saya sebut, hari ini silaturahmi akbar dari kita semua yang terkontak hatinya untuk berbuat bagi bangsa Indonesia agar jadi negara adil, makmur, dan sejahtera,” tandasnya.

Tutut Seoharto berharap, silaturahmi akbar yang dilakukan, dapat menciptakan karya besar. Yaitu karya untuk perubahan bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.  Pada kesempatan tersebut, perempuan kelahiran 70 tahun lalu tersebut menyampaikan firman Allah SWT, yang tercantum dalam surat Al Hujurat ayat 10. “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Karena itu damaikan antara kedua saudara kamu yang berselisih, dan bertaqwalah kepada Allah SWT, agar kami dapat Rahmat,” tandasnya.

Diharapkan, firman Allah SWT tersebut, senantiasa dapat dijalankan, untuk selalu berbuat baik dan mendamaikan mereka yang berselisih. “Jadi kita harus jadi orang yang mendamaikan. Jangan jadi komporwati ya, ibu-ibu, supaya yang orang berselisih kita damaikan,” tukasnya.

Lihat juga...