hut

Tutut Soeharto Kenalkan Pupuk Berteknologi Nano pada Petani Purworejo

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURWOREJO – Putri Cendana, Siti Hardijanti Rukmana atau akrab disapa Tutut Soeharto, mengenalkan produk pertanian berupa pupuk organik berteknologi nano kepada para petani saat berkunjung ke Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Pupuk organik hasil riset pusat pengembangan dan percontohan usaha pertanian dan peternakan Saung Berkarya ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk mendukung Kabupaten Purworejo sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah.

“Kita memiliki program pertanian dan peternakan terpadu, yang dipadukan dengan GORO. Program ini sangat berguna bagi masyarakat. Masyarakat termasuk ibu-ibu nanti bisa tanam sayuran. Selain di konsumsi sendiri, nanti juga bisa dijual ke pasar melalui GORO. Kami juga akan sediakan pupuk organik yang bisa meningkatkan hasil tanaman, baik jagung, padi, sayur, dan lain-lain. Kalau di sini banyak padi, nanti padi yang ditanam bisa tumbuh semakin subur,” ujar Tutut Soeharto di Gedung Kesenian Purworejo, Minggu.

Suasana silaturahmi ekodaya bersama Ibu Tutut Soeharto dan warga Purworejo – Foto: Jatmika H Kusmargana

Pengelola Saung Berkarya, Sri Wahyuni, mengatakan, pupuk organik yang dihasilkan Saung Berkarya merupakan pupuk organik yang dibuat dengan teknologi terbaru, yakni teknologi nano. Kelebihan pupuk ini adalah pemakaiannya yang tidak membutuhkan jumlah banyak. Sehingga mampu menekan kebutuhan pupuk dan biaya produksi para petani.

“Jadi pupuk ini sudah diperkecil ukurannya. Sehingga 12 botol bisa digunakan untuk pemupukan lahan seluas 1 hektare,” ujarnya dalam acara Silaturahmi Ekodaya bersama Ibu Tutut Soeharto dan warga Purworejo tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sri yang merupakan ahli pertanian lulusan IPB, juga menerangkan program Saung Berkarya dalam membantu sejahterakan warga. Yakni melalui pertanian terpadu ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program ini dijalankan dengan upaya sinergi seluruh bidang, baik pertanian, peternakan, UKM serta GORO sebagai koperasi.

“Nanti warga bisa pelihara ternak untuk mewujudkan swasembada daging. Kotorannya kita olah jadi biogas untuk keperluan memasak sehari-hari. Selain itu juga bisa jadi pupuk organik. Sedangkan kencing ternak bisa jadi pestisida alami. Sehingga petani tidak perlu lagi beli pupuk, pestisida, atau gas elpiji. Hasil pertanian dan peternakan juga bisa melimpah,” katanya.

Sementara itu, Milasari Kusuma Anggraeni, Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera yang menaungi bisnis ritel GORO menyebut, GORO merupakan koperasi yang didirikan untuk membantu petani, peternak hingga pedagang kecil atau UKM agar lebih sejahtera.

GORO akan menyerap hasil panen petani maupun peternak untuk kemudian dijual ke pelaku-pelaku UKM maupun pelaku usaha lainnya sehingga dapat memutus mata rantai pasokon berbagai komoditas dari tengkulak.

“GORO ini akan menjadi pilar perputaran ekonomi masyarakat. Selain itu GORO juga akan mampu meningkatkan standar UKM, peternak maupun petani, karena semua akan kita latih dan kita bina,” kata Caleg DPR RI dari Partai Berkarya Dapil Jawa Tengah itu.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com