Tutut Soeharto Prihatin Lihat Kondisi Petani Tembakau di Temanggung

Editor: Koko Triarko

TEMANGGUNG – Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto), mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi dan kesejahteraan para petani di kawasan Temanggung, Jawa Tengah, saat ini. 

Keprihatinan putri sulung Presiden kedua RI, HM Soeharto tersebut, diungkapkan saat berdialog langsung dengan para petani Temanggung, dalam acara silaturahmi ‘ekodaya Ibu Tutut Soeharto bersama masyarakat Temanggung’, di kawasan lereng Gunung Sumbing, Dusun Bangsulan, Kemloko, Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (16/2/2019).

Hadir bersama Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) dan  Retnosari Widowati Harjojudanto (Eno Sigit), Tutut Soeharto tampak akrab berdialog dan bercengkrama bersama para petani. Ia bahkan langsung memanggil para petani untuk maju ke panggung, dan mengajaknya berdialog terkait keluhan dan kesulitan mereka.

“Temanggung itu kan selama ini dikenal sebagai kota tembakau. Tembakau Temanggung terkenal hingga ke seluruh dunia. Karena merupakan penghasil tembakau terbaik. Daunnya besar dan tahan terhadap hama. Tapi, melihat kondisi seperti sekarang ini saya jadi sedih,” katanya, menanggapi keluhan petani tembakau.

Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto) menyerahkan bantuan pupuk kepada para petani dalam acara Silaturahmi Ekodaya Ibu Tutut Soeharto bersama masyarakat Temanggung di Dusun Bangsulan, Kemloko, Tembarak, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (16/2/2019) -Foto: Jatmika H Kusmargana

Para petani tembakau di Desa Kemloko, mengungkapkan kesulitan mereka selama beberapa tahun terakhir, karena terus merugi. Selain kerap gagal panen karena pengaruh cuaca dan serangan hama, adanya permainan tengkulak dan monopoli perdagangan tembakau membuat para petani tak bisa berbuat banyak.

“Sejak 2011 sampai sekarang, kita selalu merugi. Memang ada saat hasil panen jelek karena cuaca. Tapi ada juga saat hasil panen bagus, justru tembakau tidak laku, karena tidak diambil pabrik. Bisa dibilang, lima tahun terakhir ini kita rekoso (susah),” ungkap Slamet, salah seorang petani tembakau.

Menanggapi hal itu, Tutut Soeharto menyatakan akan berupaya membantu para petani tembakau di Temanggung, lewat program-program yang digulirkan Partai Berkarya. Ia yakin, dengan berbagai program itu kondisi dunia pertanian di Temanggung akan bisa kembali jaya.

Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto) disambut par apetani di Temanggung, -Foto: Jatmika H Kusmargana

“Nanti dengan adanya program dari Partai Berkarya, kita akan mengusahakan agar petani tidak susah. Bisa panen bagus, dan laku dijual. Kita akan ajari dan bimbing para petani. Insyaallah nanti Temanggung akan jaya kembali,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, Tutut Soeharto secara simbolis menyerahkan bantuan pupuk berteknologi terbaru bagi para petani. Tak hanya itu, Partai Berkarya juga berencana mendirikan demplot seluas lima hektare di Desa Kemloko, untuk percontohan pertanian terpadu bagi warga desa.

Lihat juga...