Tutut Soeharto: Yayasan Dharmais Membantu Lebih dari 140.000 Pasien

Editor: Satmoko Budi Santoso

601

GARUT – Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut menyampaikan bantuan operasi katarak kepada ratusan pasien di Rumah Sakit Annisa Queen, Garut, Jawa Barat, pada Sabtu siang, 2 Februari 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Tutut didampingi Siti Hutami Endang Adiningsih (Mbak Mamiek), adiknya yang paling bungsu. “Kami bersyukur, sejak didirikan tahun 1976 hingga sekarang, Yayasan Dharmais telah membantu lebih dari 140.000 pasien di seluruh Indonesia,” ujar Mbak Tutut.

Atas terselenggaranya acara Bhakti Sosial Yayasan Dharmais yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Annisa Queen dan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami), bagi Mbak Tutut, merupakan sebuah kerjasama yang sangat baik, antara pusat, daerah, pihak swasta, berbagai organisasi terkait, dan berbagai pihak lainnya.

Apalagi, operasi katarak merupakan tindakan medis yang sangat mengutamakan keselamatan pasien.

Kedatangan Mbak Tutut disambut hangat warga Garut – Foto: Ist

“Perlu diketahui, saya juga sudah operasi katarak sejak beberapa saat lalu. Kami sangat berbahagia bisa menjadi bagian dari upaya pemberantasan katarak di Indonesia. Selama ini, kami lebih mengutamakan pasien di daerah terpencil. Sehingga kami berharap, operasi katarak saat ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” harap Mbak Tutut.

Pentingnya peranan operasi katarak tersebut, menurut Mbak Tutut, karena ketika mata tidak bisa melihat karena katarak, semua menjadi terganggu. Namun, ketika organ selain mata juga terganggu, harus disembuhkan juga.

Sehingga, selain memberikan bantuan operasi katarak, Yayasan Dharmais juga berkomitmen atas bantuan operasi bibir sumbing, pengobatan kusta, berbagai pengobatan lain, serta memberikan santunan kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Bagi yang memang membutuhkan bantuan dari Yayasan Dharmais, silakan diajukan. Sebisa mungkin akan kami bantu,” jelas Mbak Tutut.

Menanggapi berbagai uraian Mbak Tutut, dr. H. A. Manan Affandi., SpA sebagai pemilik sekaligus Direktur Rumah Sakit Annisa Queen, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Dharmais yang telah memberikan bantuan dalam kegiatan tersebut.

Apalagi, Perdami telah bekerja sama dengan Yayasan Dharmais sejak 1986 dalam pemberantasan buta katarak.

Mbak Tutut dan Mbak Mamiek menyimak acara dengan penuh antusias – Foto: Ist

“Dari data 2016, angka kebutaan yang mencapai 3%, hampir 2% disebabkan oleh katarak. Sehingga, kegiatan operasi katarak ini sangat membantu bagi masyarakat Indonesia,” tandasnya ketika memberikan sambutan.

Acara tersebut ditutup dengan bantuan penetesan obat mata cair bagi pasien penderita katarak, serta pemberian santunan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Garut. Penetesan obat mata cair tersebut dilakukan oleh Mbak Tutut dan Mbak Mamiek.

Setelah penutupan acara, Mbak Tutut, Mbak Mamiek, dan segenap rombongan Yayasan Dharmais juga melakukan kunjungan kepada pasien yang akan dioperasi dan juga pasien pascaoperasi.

Lihat juga...