Usaha Budi Daya Lebah Cimarga Serap Tenaga Kerja

210
Ilustrasi -Dok: CDN

LEBAK – Produksi madu lebah hasil budi daya masyarakat Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, menembus pasar Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek), sehingga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat di daerah ini.

“Kami mendorong budi daya lebah Cimarga itu terus ditingkatkan kualitas dan produktivitas,” kata Camat Cimarga, Vidia Indra, saat dihubungi di Lebak, Sabtu (23/2/2019).

Masyarakat yang mengembangkan budi daya madu lebah itu tersebar di Desa Sangkan Manik, dan mereka sudah turun temurun. Produksi kerajinan madu lebah itu cukup membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Pemasaran produksi madu lebah, selain memenuhi permintaan lokal juga menembus pasar Jabotabek.

“Kehadiran kerajinan budi daya madu lebah Cimarga itu dapat menyerap lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, harga produksi madu lebah Cimarga itu bervariasi, tergantung kualitas, mulai Rp15 ribu sampai Rp250 ribu per botol. Namun, keunggulan madu lebah Cimarga cukup alami dan tidak menggunakan bahan campuran juga pengawet. Bahkan, minuman madu lebah itu menyehatkan, juga dapat menyembuhkan beberapa penyakit.

“Semua produksi madu lebah diproses secara alami, dan terjaga keaslianya, tanpa mengeluarkan cairan busa,” ujarnya.

Sementara itu, Amin (45) perajin budi daya madu lebah Cimarga mengatakan, dirinya selama 20 tahun menggeluti usaha ini dan menyerap tenaga kerja 15 orang. Saat ini, permintaan madu lebah Cimarga banyak dipasok ke Jabotabek. Mereka para konsumen itu kebanyakan para pedagang jamu, pedagang obat juga masyarakat.

Produk madu lebah Cimarga ini diminati konsumen, karena dianggap menyehatkan juga diyakini dapat mengobati berbagai jenis penyakit seperti diabetes, asam urat, kolesterol, rematik, kurang darah, hingga batu ginjal.

“Kami berjualan madu lebah itu sudah memiliki pelanggan tetap,” ujar Amin. (Ant)

Lihat juga...