Usai RAT, KSU Derami Jalankan Program 2019

Editor: Mahadeva

PADANG – Hingga di penghujung Februari 2019, Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, belum menjalankan satupun program kerjanya. Program tersebut, telah dirancang di penghujung 2018 lalu.

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, menyebut,  alasan belum menjalankan program kerja, karena masih menyelesaikan Rapat Tahunan Anggota (RAT). Sejauh ini, pengurus KSU Derami belum bisa memastikan, kapan RAT akan dilakukan. Hanya saja secara teknis, RAT sudah bisa dilakukan. RAT akan akan dilakukan, apabila hasil audit dana di KSU Derami Padang terselesaikan. Sejauh ini, belum diketahui kapankah penyelesaikan audit dana 2018 akan selesai dilakukan.

Program yang telah dirancang dan akan dijalankan di 2019 diantaranya, pelatihan untuk guru PAUD, khitanan massal untuk keluarga kurang mampu. Kemudian, program mengikut program Yayasan Damandiri, seperti bedah rumah, warung cerdas, bantuan gerobak usaha.

“Sejauh ini, memang belum satupun program yang kita jalankan. Karena butuh RAT dilakukan terlebih dahulu. Seandainya jika ingin salah satu program itu dijalankan, belum ada dana untuk itu, karena kini baru dua bulan berjalan di 2019,” jelasnya, Rabu (20/2/2019).

Pelatihan kepada guru PAUD di Kota Padang, kegiatan akan menyasar PAUD yang merupakan binaan dari Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya). PAUD merupakan janjang pendidikan yang menentukan arah pola pikir kecerdasan anak-anak. Banyak hal-hal baru yang dikenali anak di usia dini. Dikarenakan menghadapi anak-anak, maka dibutuhkan cara tersendiri, supaya anak mau belajar di PAUD.

“Saya melihat untuk menjadi guru PAUD tidak boleh asal-asalan saja. Perlu ada cara dan keahlian khusus dalam menghadapi anak-anak. Nah, kondisi di lapangan, cukup banyak yang tidak memiliki latar belakang pendidikan, sehingga ada kesulitan bagi para guru, ketika menghadapi anak-anak,” jelasnya.

Khitanan massal, adalah program baru dan bukan program terusan dari KSU Derami Padang. Sebagai kegiatan sosial, yang berhubungan dengan pilar kesehatan. Anak-anak yang dikhitan, merupakan anak dari orang tua yang tergabung dalam Posdaya.  Program bedah rumah, akan diberikan kepada keluarga kurang mampu, yang menjadi anggota koperasi.

“Di bedah rumah ini, Damandiri meminta KSU Derami untuk mendata secara teliti, rumah-rumah warga yang benar-benar layak untuk dibedah. Setelah data terhimpun, diserahkan ke Damandiri,” sebutnya.

Setelah data masuk, akan diikuti survei guna memastikan warga yang berhak menerima bantuan bedah rumah. Namun, untuk persoalan dana atau biaya bedah rumah, akan digelontorkan langsung oleh Damandiri.  “Kalau dana dari KSU Derami, untuk rehab rumah itu, tidak juga mungkin, karena untuk melakukan rehab butuh biaya yang besar. Dapat diperkirakan satu rumah Rp15 juta. Jadi saya lihat, Padang layak untuk mendapatkan bantuan dana rehap rumah itu,” tandasnya.

Ayu menegaskan, setelah RAT dilaksanakan, dipastikan satu per satu program akan dijalankan. Program yang ada di tahun ini, adalah program yang berpihak kepada masyarakat kurang mampu yang ada di Padang.

Lihat juga...