UU Ponpes Penting dan Dibutuhkan

Editor: Mahadeva

229

SIJUNJUNG – Senator asal Sumatera Barat, Leonardy H. Harmainy Dt. Bandaro Basa, mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Pondok Pesantren (Ponpes) segera disahkan. Hal ini diungkapnya, saat mengunjungi Pondok Pesantren Ar Rahman, Palangki, di Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung. 

Anggota Komite III DPD RI H. Leonardy Harmainy/Foto: M. Noli Hendra

Apabila RUU Ponpres disahkan, akan berdampak positif kepada Pondok Pesantren. Dan, Pondok Pesantren seperti Ar Rahman Palangki, diharapkan tetap menjadi lembaga yang mampu melahirkan santri-santri berakhlak mulia.  “Jadi sembari menunggu RUU Pondok Pesantren, pengelola pondok pesantren tetap bersemangat memberikan pendidikan keagamaan yang benar,” tandasnya, Selasa (19/2/2019).

Anggota Komite III DPD RI tersebut mengatakan, terkait usulan pengelola dan pimpinan dan para ustadz dan ustazah Pondok Pesantren Ar Rahman Palangki, hal itu menjadi bahan yang bisa disampilkan ke pemerintah.  “Usulan-usulan yang disampaikan dalam pertemuan ini akan saya jadikan bahan, yang akan diajukan untuk memperkaya materi rancangan undang-undang tentang pondok pesantren dan pendidikan keagamaan,” ujar Leonardy di hadapan pimpinan, pengajar dan santri, dari pondok yang bernaung di bawah Yayasan An Nabawi tersebut.

Pantas jika mereka ingin kemudahan dalam mendapatkan bantuan. Bahkan mereka berharap ada bantuan operasional untuk sekolah Islam terpadu. Mereka mengistilahkannya BOS IT.  Masalah perizinan sekolah, setelah yayasan terbentuk dikeluhkan prosesnya masih saja cukup sulit. Pengelola cukup kerepotan mengurus izin sekolah, yang terintegrasi dengan pondok.

Berkaitan dengan pengangkatan sebagai PNS, bagi para pengajar di pondok tersebut, bukanlah suatu keharusan. Hanya saja, guru honor yang lulus sebagai CPNS diharapkan ditempatkan di sekolah di mana mereka bekerja dengan status honor.

Dibagian lain, siswa SMP IT Ar Rahman Palangki, diminta untuk giat belajar. Diminta untuk bercita-cita bisa kuliah di Al Azhar seperti pimpinan Ponpes Ar Rahman, Syukri Rahmat Lc.  Syukri Rahmat menyebut, saat ini sudah ada asrama mahasiswa asal Minang di Kairo. Asrama sangat membantu mahasiswa minang yang nekat pergi dengan biaya sendiri, asalkan bisa kuliah di Kairo atau universitas terkemuka di Timur Tengah.

Syukri menyebut, guru-guru pondok pesantren atau sekolah Islam, lainnya lebih sulit didapatkan, jika dibanding dengan keberadaan guru umum. Guru pondok, lebih dituntut pengabdian dan keikhlasan dalam mendidik.

Lihat juga...