Video Perilaku Tak Pantas Siswa SMK Negeri Coreng Wajah Kota Pelajar

Editor: Mahadeva

240

YOGYAKARTA – Dunia pendidikan Indonesia belakangan ini kembali menjadi sorotan karena kemunculan beberapa video di media sosial. Video yang memperlihatkan perilaku tak pantas siswa kepada guru di ruang kelas saat pelajaran sedang berlangsung. 

Baru-baru ini, video serupa juga muncul di Kota Pelajar sekaligus Kota Pendidikan Yogyakarta. Video berdurasi sekira 1 menit 24 detik, memperlihatkan seorang pelajar SMK Negeri di Yogyakarta, terlibat pertikaian dengan gurunya. Video tersebut beredar di media sosial sejak Rabu (20/2/2019) lalu.

Belakangan diketahui, video itu terjadi di SMK Negeri 3 Yogyakarta. Pihak sekolah telah membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Memang benar itu terjadi di sekolah kami,” kata Kepala Sekolah SMK N 3 Yogyakarta, Bujang Sabri, saat ditemui wartawan, Kamis (21/2/2019).

Peristiwa itu disebutnya, terjadi pada Rabu (20/02/2019) sekira pukul 11.00 WIB. Peristiwa terjadi, saat sedang berlangsung pelajaran Pemeliharaan Dasar Otomotif, dengan guru mata pelajaran bernama Sujiyanto. Peristiwa itu diketahui terjadi di ruang kelas X, jurusan Otomotif dan Teknik Kendaraan Ringan.

Di dalam video yang beredar, tampak seorang siswa mengenakan seragam praktek beberapa kali mendorong gurunya di dalam ruangan kelas. Siswa itu juga mengambil sebuah tas laptop dari meja guru. Peristiwa itu nampak direkam oleh siswa lain dari kursi siswa.

Kepala Sekolah SMK N 3 Yogyakarta, Bujang Sabri (kanan) dan Guru Mapel Pemeliharaan Otomotif SMK N 3 Yogyakarta Sujiyanto (tengah) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Sang guru, Sujiyanto menyebut, peristiwa itu terjadi saat hendak dilaksanakan ujian rutin harian, persiapan Mid semester. Biasanya, setiap akan ujian, siswa diminta mengumpulkan ponsel masing-masing. Namun saat itu dikatakan, ada siswa yang menolak mengumpulkan HP. Sang guru meminta HP murid tersebut, namun kemudian si murid berusaha memintanya kembali.

“Karena dia tetap maninan HP, maka HP saya ambil. Dia kemudian berusaha meminta kembali HP tersebut. Jadi dia mendorong saya itu dalam rangka meninta HP. Jadi tidak ada pukulan. Hanya mendorong karena bermaksud meminta balik HP itu,” katanya.

Sujianto mengakui sempat sedikit terbawa emosi, dengan kelakuan salah seorang muridnya tersebut. Namun Dia tetap berusaha menenangkan diri, dan tidak melakukan tindakan kekerasan. Pada akhirnya, Dia mengembalikan HP milik siswa tersebut, setelah siswa mengambil tas berisi laptop miliknya yang ditaruhnya di meja guru.

“Saya tidak tahu dia mau ambil tas saya. Karena khawatir tas berisi laptop itu akan dibanting, maka HP saya kembalikan. Kemudian tas saya juga dikembalikan. Setelah itu saya minta semua siswa duduk, dan tenang. Saya minta siswa itu tidak ulangi perbuatannya. Dan ujian pun berjalan seperti biasanya,” tambahnya.

Pasca kejadian itu, siswa yang belakangan diketahui merupakan murid yang pernah tinggal kelas itu ternyata tidak berangkat ke sekolah. Pihak sekolah mengirimkan beberapa guru untuk menjemput siswa bersangkutan. Pihak sekolah berencana mempertemukan seluruh pihak, baik siswa, guru, maupun orang tua murid, untuk membicarakan masalah itu, agar peristiwa serupa tidak terulang.

Baca Juga
Lihat juga...