Wabup Flotim Perintahkan ASN Bersihkan Sampah Pasar Inpres

Editor: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Pemerintah kabupaten Flores Timur (Flotim) telah melakukan pendataan dan pengundian terhadap para pedagang guna menempati pasar Inpres Larantuka. Pekerjaan tambahan sudah selesai dilakukan sehingga bisa segera ditempati.

“Saya sudah meminta Sekda agar memerintahkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membersihkan lokasi pasar. Bila sudah dibersihkan maka pedagang bisa segera menempatinya,” kata wakil bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, Selasa (19/2/2019).

Kepada Cendana News, Agus Boli, sapaan karibnya, menyebutkan, bila semua pekerjaan pembersihan sudah selesai, maka pedagang bisa menempati akhir Februari 2019. Paling lama awal bulan Maret sudah bisa ditempati pedagang.

Wakil bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH. Foto: Ebed de Rosary

“Setelah lokasi pasar dibersihkan, saya perintahkan segera merelokasi pedagang. Waktu pendataan ulang ada 9 pedagang yang memiliki 2 kios sehingga saya perintahkan untuk memberikan satu kiosnya kepada pedagang lain,” ungkapnya.

Dengan mulai dipergunakannya pasar Inpres Larantuka ini, kata Agus, diharapkan agar aktivitas perdagangan bisa lebih lancar. Selain itu bagi para pedagang kecil yang berjualan di sekitar los pasar juga harus diberikan payung atau disiapkan tenda.

“Saya juga perintahkan agar pedagang kecil yang berjualan di luar los agar disiapkan payung atau tenda agar terhindar dari panas dan hujan. Kita berharap semua pedagang bisa terakomodir,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wabup Agus Boli juga mengingatkan, kepada seluruh OPD yang melaksanakan program kegiatan. Dirinya meminta agar di akhir bulan Februari untuk segera memasukkan berkas Rencana Umum Pengadaan (RUP) di Bagian ULP.

“Ini penting agar segera dilakukan proses pelelangan maupun Penunjukan Langsung (PL). Dengan begitu, diperkirakan pada bulan Oktober seluruh program kegiatan sudah selesai dilaksanakan, dan tidak lagi terjadi keterlambatan hingga akhir Desember 2019,” pesannya.

Mantan anggota DPRD Flotim ini juga menegaskan untuk segera memasukkan dan melengkapi sejumlah laporan seperti LKPJ, LPPD dan LAKIP ke Bagian Pemerintahan dan Bagian Organisasi Setda.

“Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, para ASN dapat melakukan berbagai inovasi. Ini untuk menumbuhkembangkan semangat keja serta kreativitas ASN yang bersangkutan. Sesuai dengan tugas pokok sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang dimaksud,” pintanya.

ASN dapat melakukan kegiatan baik secara ekstensifikasi maupun intensifikasi, sepanjang tidak merugikan.

Agus Boli menjelaskan, untuk mengembangkan inovasi, ASN harus memiliki tiga kemampuan antara lain to see yakni seorang ASN harus mampu melihat secara baik setiap fenomena atau problem yang terjadi di kantor atau lingkungan kerjanya masing-masing.

“Mengapa kita selalu terlambat dalam setiap program kegiatan, mengapa kita selalu kurang disiplin dalam bekerja, masuk dan keluar kantor serta permasalahan lain yang selalu dihadapi oleh seorang ASN. Semua masalah ini harus benar-benar diamati secara baik agar kemudian mereka dapat menilai dan menganalisis faktor yang menyebakan terjadinya masalah tersebut,” tuturnya.

Karena itu, seorang ASN, tandas Agus, harus pula memiliki kemampuan to judge yaitu kemampuan untuk menganalisis dan menilai. Ini penting guna menemukan akar permasalahan yang sesungguhnya melalui analisis kajian yang mendalam.

“Jika telah ditemukan, maka langkah terakhir, seorang ASN boleh melakukan tindakan to action, yaitu tindakan untuk mengatasi masalah tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...