Wagub Bali Minta Anggota PHRI Implementasikan Pergub

Editor: Satmoko Budi Santoso

192

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), meminta anggota Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Bali untuk mengimplementasikan Peraturan Gubernur (Pergub).

Khususnya empat Pergub yang di antaranya Pergub No 79 tahun 2018 tentang hari penggunaan busana adat Bali, Pergub No 80 Tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara serta Sastra Bali maupun Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Kemudian, Pergub No 97 Tahun 2018 tentang pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai serta Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan serta Industri Lokal Bali.

Lebih jauh, Wagub Cok Ace yang juga sebagai Ketua PHRI Bali menyampaikan, bahwa dalam menyusun rencana atau pun program kerja ke depan, amatlah penting bagi PHRI untuk menyelaraskan program tersebut dengan undang-undang maupun peraturan yang ada, termasuk di dalamnya Peraturan Gubernur.

Seperti misalnya, pergub tentang penggunaan aksara Bali untuk nama hotel dan restoran maupun penggunaan produk pertanian lokal. Dengan demikian, keberadaan PHRI tidak hanya akan menggerakkan ekonomi masyarakat, namun juga turut menjaga kelestarian budaya, adat, serta alam Bali.

“Pergub ini memang tidak bisa memberikan sanksi pidana bagi yang melanggar. Namun sebagai bentuk tanggung jawab moral kita, sudah sepatutnya kita mematuhi peraturan yang ada. Mari kita implementasikan pergub yang ada, sehingga ke depan alam dan budaya Bali akan terjaga. Pariwisata akan tumbuh semakin baik dan berkualitas,” ucap Wagub Cok Ace, saat membuka Rakerda IV PHRI BPD Provinsi Bali, di ruang rapat Kantor Bali Tourism Board, Renon, Sabtu (2/2/2019).

Selain itu, Wagub Cok Ace juga meminta agar PHRI dapat menyikapi secara serius tren wisatawan yang ada dan menyesuaikan dengan selera pasar. Ke depan diproyeksi wisatawan milenial akan memenuhi pasar. Wisatawan ini memiliki karakter gemar mencari pengalaman baru, wisata petualangan, eksplorasi dan perjalanan darat.

“Kita harus menyiapkan infrastruktur,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini Ketua MUDP Provinsi Bali, Jero Gede Suwena Putus Upadesa, Ketua PHRI kabupaten/kota se-Bali serta para pelaku pariwisata di Bali.

Baca Juga
Lihat juga...