Wali Kota Padang Minta Generasi Muda tak Rayakan Valentine Day

Editor: Satmoko Budi Santoso

203

PADANG – Memasuki momen-momen hari kasih sayang yang dikenal dengan valentine day pada bulan Februari 2019 ini, Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mulai mengambil langkah untuk mengingatkan sekaligus mengimbau kepada generasi muda mudi di daerah tersebut, agar tidak merayakan valentine day.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, merayakan hari kasih sayang di momen 14 Februari itu bukanlah budaya di Minangkabau dan bukan juga sebuah ajaran di dalam umat muslim. Untuk itu, tidak seharusnya dirayakan hari kasih sayang tersebut.

Menurutnya, jika ingin berbagi tentang kasih sayang, bisa dilakukan kapan saja, terutama untuk mengungkapkan kasih sayang kepada kedua orang tua. Tidaklah harus di hari-hari tertentu saja, setiap hari setiap saat, bisa mengungkapkan kasih sayang. Jadi tidak perlu ikut-ikutan untuk merayakan hari kasih sayang tersebut.

“Kalau berkasih sayang kepada pasangan, ya harus pasangan yang muhrim. Jika belum, tidaklah usah merayakan valentine day tersebut. Bukannya mendapatkan kebaikan, malah bisa menjerumuskan ke perbuatan yang tidak benar,” katanya, Rabu (13/2/2019).

Bahkan Mahyeldi menyatakan, imbauan tersebut dilakukan juga dalam upaya mempertahankan filosofi Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Ranah Minang, terutama di Kota Padang yang dikenal sebagai kota yang relijius dan berbudaya.

Dalam imbauan tersebut dikatakan bahwa perayaan valentine bukanlah tradisi yang sesuai dengan implementasi ABS-SBK, bertentangan dengan ajaran agama Islam dan cenderung merusak budaya kepatutan yang dianut orang Minang.

Hal tersebut sejalan dengan maklumat yang pernah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat Nomor: 001/MUI-SB/II/2018 tanggal 13 Februari 2018 yang menyatakan bahwa tidak perlu terlibat dalam kegiatan valentine day dalam bentuk apa pun apalagi sampai merayakannya.

Selanjutnya, hal itu haram jadinya jika tetap dirayakan bagi umat muslim. Karena ikut memasyarakatkan kemaksiatan, mensyiarkan kekufuran, melibatkan diri dalam ritual/ibadah agama lain dan menyerupai kaum kafir dalam hal yang terlarang untuk menyerupai mereka. Keseluruhan perilaku tersebut telah dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dalam Al-Quran dan Sunnah.

Wali Kota juga mengharapkan peran aktif dari orang tua, guru, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, cerdik pandai dan pemuka masyarakat untuk mengingatkan dan melarang anak, kemenakan serta generasi muda untuk tidak merayakan valentine day, yang hanya akan berujung pada pergaulan bebas, perzinaan, dan kemaksiatan lainnya.

“Saya juga menyampaikan imbauan ini kepada para pemilik hotel dan tempat hiburan agar tidak mengadakan acara dan menyediakan tempat untuk merayakan valentine day,” tegasnya.

Alasannya, karena ada kemungkinan hotel dan tempat hiburan merupakan lokasi-lokasi yang menjadi tempat perayaan valentine day. Mahyeldi juga menyatakan, Satpol PP juga akan bergerak melakukan penertiban, apabila ada sekelompok orang yang masih saja merayakan valentine day, sehingga munculnya kejadian-kejadian yang mengarahkan ke maksiat.

“Di sini saya hanya mengimbau, kalau melarang secara tegas susah juga, karena tidak semua penduduk di Kota Padang beragama Islam. Untuk itu, saya berharap betul, mari berpikir jernih, dan tidak melakukan hal-hal yang bukan ajaran Islam,” ucapnya.

Baca Juga
Lihat juga...