hut

Warga Desa Kunjir Dikagetkan Suara Dentuman di GAK

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Masyarakat di Desa Kunjir, dan sekitarnya dikagetkan suara dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda. Masyarakat sempat mengkhawatirkan suara yang mengagetkan tersebut.

Hasan (60), Warga Desa Kunjir mengaku mendengar suara dentuman, yang diduga berasal dari Gunung Anak Krakatau (GAK). Akibat suara tersebut, sang cucu dan ratusan siswa SD N 1 Kunjir, terpaksa dipulangkan lebih awal. Siswa dipulangkan lebih awal, mempertimbangkan informasi aktivitas dentuman berasal dari GAK.

Meski demikian, Hasan yang berprofesi sebagai nelayan jaring, mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda aktivitas vulkanik di GAK, seperti kemunculan asap atau abu dari atas puncak gunung. “Anak-anak tadi pulang lebih cepat, sebagian bahkan dijemput, orangtua, karena khawatir ada suara dentuman dari gunung anak Krakatau,” terang Hasan saat ditemui Cendana News, Rabu (6/2/2019).

Meski merasa khawatir, Hasan dan warga nelayan lain tetap melakukan aktivitas mencari ikan di sekitar pantai. Mereka tetap mencari ikan karang menggunakan jala. Aktivitas warga di Dusun Merak Kunjir juga terlihat normal. Warga masih tetap mengumpulkan hasil pertanian pisang.

Marjuki, warga lain membenarkan, terdengarnya suara dentuman. Meski demikian, Dia menyebut suara dentuman diduga berasal dari petir karena hujan di seberang GAK. “Suara dentuman sekecil apapun, memang saat ini kerap membuat khawatir karena traumanya warga pesisir, tapi kita tetap selalu waspada,” beber Marjuki.

Suwarno,petugas pos pengamatan gunungapi,Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Suwarno, Petugas Pos Pengamatan Gunungapi, GAK di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa membenarkan kehebohan tersebut. Bunyi tersebut membuat banyak pihak menelpon pos pengamatan GAK dan menanyakan kondisi terkini GAK. Berdasarkan pantauan dari Volcanic Activity Report (VAR) dan penampakan visual, dipastikan dentuman tersebut adalah petir.

Pencatatan aktivitas kegempaan GAK sejak malam hingga siang hari, tidak mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan. Secara visual gunung terlihat secara jelas dari pos pengamatan. Di belakang GAK, terlihat mendung hitam bergerak mengarah ke Banten yang disertai kilat menyambar. “Suara dentuman kami pastikan bukan dari Gunung Anak Krakatau karena sejak malam tidak ada aktivitas kegempaan serta puncak kawah GAK tidak berasap seperti biasanya kalau ada letusan,” beber Suwarno.

Berdasarkan info Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Rabu ini, mencatat kegiatan GAK sudah menurun. Sampai saat ini, rekaman seismograf normal tidak ada kegiatan yang signifikan. Sementara untuk visual gunung, tertutup kabut. Info dari pos pengamatan Desa Hargo Pancuran dan Pasauran Banten, suara dentuman tersebut merupakan suara petir.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!