Yonas, Sarjana Kesehatan yang Menjadi Pemangkas Rambut

Editor: Mahadeva

977

MAUMERE – Menjadi wirausaha, saat ini masih belum menjadi pilihan. Peluang usaha masih terbuka lebar, terutama untuk di Kabupaten Sikka dan NTT. Hal itu dialami, Paulus Yonas Lirong, SKM, seorang pemegang gelar sarjana kesehatan masyarakat, jebolan UIT Makasar.

Selepas menamatkan kuliah di 2013, Yonas, begitu Dia biasa dipanggil tidak mau berlama-lama menganggur. Bersama sembilan orang temannya, Dia mendaftar hingga lolos mengikuti pelatihan dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Sikka.

Paulus Yonas Lirong,SKM, sarjana kesehatan yang memilih bekerja sebagai tukang pangkas rambut. Foto : Ebed de Rosary

“Setelah mendapatkan pelatihan, kami diberikan peralatan untuk pangkas rambut. Saya mulai membuka usaha pangkas rambut di Terminal Lokaria Maumere. Saya juga menjadi tenaga honor dari Kementrian Tenaga Kerja menjadi motivator wirausaha,” tutur Yonas, Selasa (19/2/2019).

Keinginan untuk bisa bersaing, dengan pemangkas rambut lain di Kota Maumere, membuat Yonas menyewa tempat usaha di Jalan Achmad Yani, tepatnya di depan Kodim 1603 Sikka. Kini usaha pangkas rambut bernama Syon pangakas rambut, mulai dikenal. Awal memulai usaha, pria kelahiran Maumere 14 Mei 1990 tersebut, hanya memiliki omzet Rp300 ribu sehari. Namun, di tahun keempat usahanya sudah beromzet Rp500 ribu sehari. Dan di tahun keempat, Yonas merekrut dan mempekerjakan dua orang tenaga kerja.

“Sekarang sekitar enam tahun berusaha, dalam sehari saya memiliki omzet Rp700 ribu per hari. Sekarang hanya tersisa satu orang tenaga kerja. Dari 10 teman yang ikut pelatihan awal, hanya saya dan seorang lagi tamatan SMA yang buka usaha pangkas rambut,” jelasnya.

Dari hasil usaha pangkas rambut, Yonas bisa membiayai kuliah dua adiknya, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Hingga sekarang, pria yang masih lajang tersebut, tidak lagi memiliki keinginan menjadi pekerja kantoran. Saat ini Yonas saat bepergian menggunakan sepeda motor besar seharga Rp20 juta, hasil kerja kerasnya. Sewa tempat usaha sebesar Rp5 juta setahun, bisa dibayarnya. Mimpi untuk bisa sukses menjadi pengusaha besar di bisnis pangkas rambut, tetap tertanam di dalam dirinya, dan akan terus digapainya.

“Untuk anak-anak muda di Kota Maumere dan NTT, kita jangan berpikir hidup itu hanya menjadi pegawai negeri atau karyawan saja, tapi bisa menjadi pengusaha dan mempekerjakan orang lain,” pesannya.

Bagi yang ingin berusaha, Yonas berpesan, jangan membuka usaha karena melihat orang lain sukses dengan usaha tersebut. Carilah jenis usaha lain, yang sesuai kemampuan dan bakat yang dimiliki, sebab masih banyak bidang usaha yang bisa digeluti.

Ilmu kesehatan yang didapat selama belahar, kini diterapkan di tempat usahanya. Lebih baik mencegah daripada mengobati, membuat pria 29 tahun tersebut, selalu menjaga agar alat-alat pangkas rambut yang digunakan harus steril. “Saya selalu menggunakan pisau cukur atau silet sekali pakai dan dibuang. Ini untuk mencegah, sebab terkadang terkena kulit pelanggan dan berdarah. Penyakit rentan sekali menyebar melalui darah,” ungkapnya.

Yonas mengaku harus merevolusi mentalnya, dari berpikir menjadi pegawai menjadi pengusaha. Merubah pola pikir dari sarjana yang bekerja di kantor, menjadi sarjana yang bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Baca Juga
Lihat juga...