hut

40 Pelamar Tenaga Pendamping Kelompok Tani Lulus Administrasi

LEBAK — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Banten menyeleksi tenaga pendamping kelompok tani guna meningkatkan produksi sektor usaha pertanian dan mendukung swasembada pangan.

Kepala Bidang Sarana Distanbun Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, mengatakan jumlah pelamar tenaga pendamping 53 orang, namun yang lulus seleksi administrasi 40 orang.

Para pelamar yang lulus 40 orang itu sudah mengikuti tes akademik dan wawacara, namun kuota pelamar yang diterima 30 orang.

“Kami akan mengumumkan kelulusan tenaga pendamping kelompok tani yang diterima itu pekan depan,” kata Nana di Lebak, Minggu (3/3/2019).

Dia menjelaskan tenaga pendamping tersebut nantinya disebar di kelompok tani untuk mengubah perilaku sikap dan ketrampilan (PSK) petani agar menerapkan teknologi mulai penggunaan benih unggul, pupuk berimbang organik, dan nonorganik.

Selain itu, penggunaan peralatan pertanian serta sistem jejar legowo, juga mengikuti bintek, seminar, hingga peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani. Apabila kelompok tani tersebut sudah menerapkan teknologi tentu akan berdampak terhadap produksi dan produktivitas pertanian sehingga dapat mewujudkan swasembada pangan.

Di samping, kata dia, peningkatan pendapatan ekonomi petani sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan dan pengangguran.

“Kami yakin tenaga pendamping itu tentu akan mengubah PSK petani sehingga usaha pertanian menjadikan andalan ekonomi juga terwujud swasembada pangan,” katanya.

Ia mengatakan dari 40 pelamar tenaga pendamping petani itu, kebanyakan lulusan sarjana pertanian dan sisanya dari SMK Jurusan Pertanian.

Para pelamar, katanya, secara akademik cukup bagus sesuai bidang kompetensi dan memahami budi daya pertanian pangan, hortikultura, dan palawija.

Disamping itu, memahami pencegahan hama maupun penyakit tanaman akibat cuaca maupun binatang.

Mereka juga memiliki keahlian dalam menyampaikan penyuluhan dengan menggunakan bahasa lokal atau bahasa sehari-hari petani, yakni Sunda.

“Kami optimistis melalui tenaga pendamping itu tingkat SDM petani meningkat, sehingga bermuara pada peningkatan ekonomi petani,” katanya. (Ant)

Lihat juga...