hut

Anies Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Multisektor

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bakal menekankan pertumbuhan ekonomi secara berkualitas di multisektor sebagai tema pembangunan DKI Jakarta pada 2020.

“Kita ingin perekonomian kita ini maju, berkembang. Indikatornya ada pertumbuhan ekonominya itu. Dikatakan berkualitas jika yang merasakan pertumbuhan adalah semua komponen,” kata Anies di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (19/3/2019) malam.

Menurutnya jika pertumbuhan yang merasakan sebagian, maka itu tidak berkualitas. Dia menilai hal tersebut, karena hanya sebagian yang merasakan.

“Jika yang merasakan pertumbuhan hanya sebagian, maka  tidak berkualitas. Karena hanya sebagian yang merasakan pertumbuhan,” ujarnya.

Anies menyebutkan pertumbuhan ekonomi berkualitas itu bakal meningkatkan kesejahteraan, mengurangi tingkat pengangguran, dan mengentaskan ketimpangan yang selama ini terjadi di Jakarta.

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu juga mengungkapkan, percepatan pembangunan DKI Jakarta dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti aksesibilitas air, ketersediaan transportasi publik, maupun sistem pengelolaan limbah.

“Kita harus membayangkan DKI Jakarta itu menjadi kota global. Jangan kita membandingkan dengan kota-kota lain yang levelnya lokal. Itu artinya masalah mendasar beres. Indonesia ini, dengan segala macam tantangannya, anggota G20. G20 itu klub negara paling besar. Ibu Kotanya harus mencerminkan kota yang maju, kota yang modern. Dan itu artinya ada kesetaraan kesempatan, ada kesejahteraan yang sama bagi semuanya. Itu PR-PR yang mendasar untuk kita semua,” jelasnya.

Kemudian dia berharap, masalah yang selama ini terjadi secara nyata dan dirasakan masyarakat dapat disampaikan secara terbuka, kemudian dicarikan solusinya bersama-sama.

Dia pun menginginkan, pola kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat senantiasa menjadi landasan setiap kebijakan yang inovatif, serta berdampak signifikan secara positif dan berkelanjutan.

“Jadi, forum seperti ini mohon dimanfaatkan secara optimal. Untuk Bapak dan Ibu semua yang membawa agenda, saya berharap agenda yang dibahas di dalam forum Musrenbang ini benar-benar agenda yang memiliki dampak bagi masyarakat. Karena itu penting bagi kita. Mengapa yang hadir di sini tokoh-tokoh masyarakat? Karena mereka yang kira-kira merasakan implikasi langsung di masyarakat, yang belum tentu apa yang kita rencanakan dari proses yang top-down itu nyambung dengan apa yang ada kenyataan di masyarakat,” paparnya.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2019 ini, Anies turut menjelaskan beberapa prioritas proyek pembangunan yang berada di Jakarta Utara, antara lain Jakarta International Stadium, ITF (Intermediate Treatment Facility) Sunter, serta pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Zona 1 Waduk Pluit, Zona 2 Muara Angke, dan Zona 5 Sunter.

“Jakarta Utara harus siap-siap menjadi tuan rumah stadion sepak bola internasional. Apalagi didukung dengan MRT yang akan lewat sana. ITF di Sunter akan menjadi ITF pertama di Indonesia yang baru kita groundbreaking juga. Selain itu ada pembangunan IPAL zona satu, dua dan lima. Akan butuh komunikasi banyak dengan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, terdapat pula penataan Cagar Budaya Rumah Si Pitung dan Masjid Al-Alam, serta kawasan pemukiman di Kali Baru dan Cilincing.

Selanjutnya, Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau menerangkan, terdapat 4.172 usulan hasil Musrenbang tahun 2020 mendatang, dengan usulan anggaran mencapai Rp 1,061 triliun. Usulan ini terdiri dari 3.339 usulan bidang perekonomian dan pembangunan, 159 usulan bidang kesejahteraan rakyat, dan 454 usulan bidang pemerintah.

Sedangkan 1.016 usulan dengan usulan anggaran Rp 434 miliar teranggarkan pada 2019, 2.148 usulan dengan anggaran Rp 401 Miliar yang diteruskan pada 2020, dan 1.008 usulan dengan anggaran Rp 223 Miliar yang tidak dapat diteruskan.

“Usulan yang tidak dapat diteruskan disebabkan terkendala kepemilikan aset (aset fasos-fasum yang belum diserahkan dan aset instansi pemerintah, TNI-Polri), tidak dapat dilaksanakan secara teknis (pemasangan lampu PJU dan) cermin lalu lintas), kondisi eksisting usulan masih laik (jalan dan saluran lingkungan), persyaratan tidak lengkap (usulan lapangan olah raga), dan diarahkan melalui corporate social respondsbility (CSR),” terangnya.

Untuk usulan prioritas wilayah, lanjut Syamsuddin, PemKot Jakarta Utara mengusulkan beberapa usulan, antara lain penataan Danau Sunter sisi Timur, rehab total kantor Kecamatan Koja, kantor Kelurahan Kebon Bawang, kantor Kelurahan Rawa Badak Utara, dan kantor Kelurahan Lagoa, pembangunan Taman Interaktif Jalan Inspeksi Waduk Rawa Badak Selatan (pembuatan desain), penataan Kampung Kota Bersama (KKB) di 31 RW, dan penataan kolong Tol sebagai ruang ke tiga.

“Sedangkan pembangunan yang diusulkan tingkat provinsi terdiri dari pembangunan Rumah Sakit Umum tipe D Pedemangan yang terintegrasi dengan pembangunan Rusun oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta di Jalan Kerapu, Pademangan, dan Rehab total SMPN 152,” tutupnya.

Lihat juga...