Bawaslu Kupang: Banyak Caleg yang Belum Pahami Aturan

160
Dok: Tim gabungan melakukan penertiban APK di kawasan simpang Jalan Merak atau Jalan Simpang Anem Muara Teweh. (Foto Panwaslucam Teweh Tengah)

KUPANG — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Yulianus Nomleni mengatakan menemukan banyak calon anggota legislatif (pileg) 2019 yang kurang paham terhadap ketentuan kampanye seperti izin melakukan kampanye.

“Kami temukan begitu banyak calon anggota legislatif yang belum memahami aturan pemilu,” kata Yulianus Nomleni kepada di Kupang, Kamis (14/3/2019).

Menurut dia, pemasangan alat peraga kampanye di luar ketentuan dan tanpa izin merupakan dua pelanggaran yang menonjol di daerah itu.

Dikatakan, Januari-Maret 2019 Bawaslu Kota Kupang telah menertibkan ribuan alat peraga kampanye yang dipasang di berbagai tempat yang dilarang. Di antaranya di jalan protokol, fasilitas umum, tiang listrik, rumah ibadah serta pohon.

“Kami bongkar APK yang dipasang di pohon dan jalan protokol, namun setelah diturunkan para caleg memasang kembali di tempat yang sama. Sudah diingatkan bahwa itu melanggaran aturan, namun tetap dipasang. Hal itu menunjukan para caleg kurang paham terhadap aturan pemilu,” tegas Yulianus.

Selain itu kata Yulianus, pelanggaran dilakukan para caleg tidak membuat surat pemberitahuan kegiatan (SPK) kepada Bawaslu, Polres dan KPU dalam melakukan kampanya yang harusnya wajib dilakukan.

Bawaslu, menurut Yulianus telah mengingatkan partai politik peserta pemilu di Kota Kupang agar mengingatkan para caleg untuk memiliki izin sebelum melakukan kampanye berlangsung.

Kendati telah diingatkan namun masih ditemukan ada calon anggota legislatif di Kota Kupang yang melakukan kampanye tanpa mengantongi izin sehingga dibubarkan Bawaslu dan Polres.

“Beberapa kegiatan kampanye dilakukan para caleg di Kota Kupang terpaksa dihentikan karena tanpa mengantongi izin,” tegas Yulianus. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...