Berdayakan Ekonomi, Desa Mandiri Lestari Krambilsawit Gelar Pelatihan Membatik

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Desa Mandiri Lestari (DML) Krambilsawit, tak henti melakukan inovasi untuk memberdayakan warga miskin di desa terpencil di Kecamatan Saptosari, Gunung Kidul. Kali ini desa binaan Yayasan Damandiri itu, melatih warganya untuk memproduksi kerajinan kain batik.

Selama 5 hari, 1-5 Maret 2019, sebanyak 10 orang warga dilatih membuat kain batik, untuk kemudian dijual sehingga mampu memberikan penghasilan bagi mereka. Proses pelatihan membatik ini dilakukan dengan mengundang 2 pelatih berpengalaman yang merupakan pelaku usaha batik di Wonosari Gunung Kidul.

Manajer Umum KUD SHS Mandiri Krambilsawit, Muhammad Lukman Hakim, sebagai pengelola Desa Mandiri Lestari Krambilsawit, mengatakan, pelatihan membatik ini merupakan inisiasi KUD SHS Mandiri Krambilsawit dalam membantu ekonomi warga.

Selain pelatihan produksi batik, nantinya warga juga akan dibantu dan didampingi dalam hal pemasaran.

Manajer Umum KUD SHS Mandiri Krambilsawit, Muhammad Lukman Hakim, salah satu pengelola Desa Mandiri Lestari Krambilsawit – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Pelatihan produksi batik yang kita gelar ini meliputi jenis batik cap dan batik tulis. Seluruh proses mulai dari membuat pola, mencanting, pewarnaan, melorot, hingga finishing diajarkan di sini. Termasuk nanti pemasaran juga akan kita bantu dan kita dampingi,” kata Caleg DPRD Gunung Kidul dari Partai Berkarya itu.

Sebagaimana pemberdayaan usaha lainnya di Desa Mandiri Lestari Krambilsawit, rintisan usaha batik ini akan dinaungi oleh Koperasi Unit Desa SHS Mandiri Krambilsawit sebagai ruh setiap usaha warga. Baik itu dalam menggelar pelatihan-pelatihan, memberikan pinjaman modal hingga membantu dalam hal pemasaran.

“Jadi nanti koperasi akan memberi modal pada warga untuk memulai usaha produksi batik. Begitu jalan, kain batik yang dihasilkan warga itu akan dibeli dan dipasarkan oleh koperasi. Sehingga warga tinggal produksi saja,” katanya.

Lukman mengatakan, batik dipilih sebagai usaha warga karena merupakan produk ikonik asal Yogyakarta yang biasa dijadikan oleh-oleh atau cinderamata. Sementara di Desa Krambilsawit, belum ada satu pun warga yang memulai atau menggeluti usaha batik semacam ini.

“Padahal Desa Krambilsawit memiliki potensi luar biasa di bidang pariwisata, karena memiliki sejumlah destinasi wisata berupa pantai. Sangat cocok dan potensial sebagai tempat memasarkan produk-produk cinderamata seperti batik. Ke depan tidak hanya pelatihan batik saja yang kita gelar, namun juga pelatihan kerajinan-kerajinan lainnya,” katanya.

Lihat juga...