BI Corner Warmadewa Diharap Jadi Referensi Ekonomi

Editor: Koko Triarko

163
Kepala Perwakilan BI Bali, Causa Iman Karana, saat membuka gerai BI Corner di Kampus Warmadewa, Denpasar, Bali, Kamis (14/3/2019). -Foto: Sultan Anshori

DENPASAR – Selain menggelar seminar nasional tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Kampus Warmadewa Denpasar meluncurkan BI Corner.

Kepala Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana, menjelaskan, BI Corner di Kampus Warmadewa merupakan bagian dari program sosial BI. Selain kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi, BI Corner sebagai penguatan sumberdaya manusia, yang tajuknya Indonesia Cerdas.

“Jadi, kami harapkan ke depan BI Corner ini bisa dijadikan sebagai pusat referensi ekonomi keuangan dan moneter di Bali. Sehingga, ini bisa benar-benar dimanfaatkan dengan baik, sehingga ke depan akan muncul ekonom-ekonom andal dari Bali, khususnya dari Kampus Warmadewa,” ucap pria yang akrab disapa Pak Cik ini, Kamis (14/3/3019).

Menurut Pak Cik, peluncuran BI Corner di Bali ini secara keseluruhan sudah mencapai 11 titik, tersebar di berbagai lembaga pendidikan mulai dari Tingkat perguruan tinggi hingga SMA. Dan, kali ini di kampus Warmadewa ini merupakan titik yang ke 12.

Menurut Pak Cik, nantinya BI Corner ini akan terus didorong di lembaga pendidikan lainnya. Karena BI Corner ini sangat penting diberikan kepada masyarakat, terutama bagi para akademisi dan pelajar. Bahkan tahun lalu, berkat ketekunan dan komitmen untuk mengelola BI Corner, salah satu SMA di Bali menjadi juara 1 tingkat nasional untuk pengelolaan BI Corner.

“Saya harap ini bisa dicontoh oleh lembaga pendidikan tingkat perguruan tinggi, sehingga juga bisa menjadi juara pengelolaan BI Corner tingkat perguruan tinggi,” imbuh Pak Cik.

Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E. Sp.Park., mengatakan, dengan inovasi yang dilakukan oleh aparat kampus menggandeng BI, dalam bentuk BI Corner, merupakan satu langkah yang sangat baik. Tentu ini nanti output-nya akan memberikan dampak positif bagi mahasiswa, agar benar-benar mampu bersaing dan memiliki kompetensi yang memadai di bidang ilmu masing-masing, terutama bidang ekonomi.

“Artinya, ini langkah yang baik, ini langkah yang sesungguhnya sudah menerapkan revolusi 4.0. Jadi, tidak saja mendiskusikan dan menyeminarkan, tetapi ini sudah langkah nyata, bahwa Warmadewa sudah siap menghadapi revolusi 4.0,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...