Bidara, Pohon Langka Lestari di Mekarsari

Editor: Koko Triarko

BOGOR – Banyak literatur mengatakan, bahwa tanaman Bidara adalah salah satu tanaman yang bisa mengobati teluh. Walaupun belum ada pembuktian secara ilmiah, tapi hal ini sudah menjadi kepercayaan di masyarakat. Sehingga, seringkali kita melihat orang menanam pohon Bidara hanya untuk diambil daunnya. 

Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari,  Junaedi, menyatakan, bahwa memang tidak ada penelitian resmi terkait manfaat Bidara pada hal-hal magis. Yang ada hanyalah laporan penelitian manfaat Bidara untuk kesehatan. Tapi, manfaat Bidara terkait hal magis seperti ini, sudah menjadi cerita umum di masyarakat.

“Katanya, kalau ada orang yang terkena teluh bisa diobati dengan daun atau buah Bidara. Bahkan, ada juga yang menyebutkan, bahwa daun Bidara ini bisa dipergunakan untuk rukyah,” kata Junaedi, di lokasi Kumpulan Tanaman Langka Taman Buah Mekarsari, Jumat (15/3/2019).

Junaedi menyampaikan, bahwa buah Bidara berukuran lebih besar sedikit dari kelereng dan berwarna hijau campur kuning. “Rasa buahnya agak sepat. Warna hijaunya seperti warna apel manalagi,” ucap Jun.

Tanaman Bidara yang bernama latin Ziziphus  maurits ana ini tumbuh baik di wilayah yang memiliki musim kering yang jelas. Buahnya akan berkualitas baik, jika pohon Bidara berada di lingkungan panas,  cahaya matahari yang banyak, kering, namun mengalami musim hujan yang memadai.

“Batang Bidara biasanya bengkok, tapi mampu mencapai ketinggian hingga 15 meter. Memiliki banyak cabang dan ranting, yang tumbuh menyebar, terkadang menjuntai dan tidak beraturan,” kata Jun.

Bentuk daun Bidara jorong lonjong, panjang antara 2 hingga 9 cm dan lebar 1,5 hingga 5 cm. Bertepi rata, mengkilap di sisi atas daun dan rapat berambut di sisi bawah daun.

Lihat juga...