Bidara, Pohon Langka Lestari di Mekarsari

Editor: Koko Triarko

718

BOGOR – Banyak literatur mengatakan, bahwa tanaman Bidara adalah salah satu tanaman yang bisa mengobati teluh. Walaupun belum ada pembuktian secara ilmiah, tapi hal ini sudah menjadi kepercayaan di masyarakat. Sehingga, seringkali kita melihat orang menanam pohon Bidara hanya untuk diambil daunnya. 

Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari,  Junaedi, menyatakan, bahwa memang tidak ada penelitian resmi terkait manfaat Bidara pada hal-hal magis. Yang ada hanyalah laporan penelitian manfaat Bidara untuk kesehatan. Tapi, manfaat Bidara terkait hal magis seperti ini, sudah menjadi cerita umum di masyarakat.

“Katanya, kalau ada orang yang terkena teluh bisa diobati dengan daun atau buah Bidara. Bahkan, ada juga yang menyebutkan, bahwa daun Bidara ini bisa dipergunakan untuk rukyah,” kata Junaedi, di lokasi Kumpulan Tanaman Langka Taman Buah Mekarsari, Jumat (15/3/2019).

Junaedi menyampaikan, bahwa buah Bidara berukuran lebih besar sedikit dari kelereng dan berwarna hijau campur kuning. “Rasa buahnya agak sepat. Warna hijaunya seperti warna apel manalagi,” ucap Jun.

Tanaman Bidara yang bernama latin Ziziphus  maurits ana ini tumbuh baik di wilayah yang memiliki musim kering yang jelas. Buahnya akan berkualitas baik, jika pohon Bidara berada di lingkungan panas,  cahaya matahari yang banyak, kering, namun mengalami musim hujan yang memadai.

“Batang Bidara biasanya bengkok, tapi mampu mencapai ketinggian hingga 15 meter. Memiliki banyak cabang dan ranting, yang tumbuh menyebar, terkadang menjuntai dan tidak beraturan,” kata Jun.

Bentuk daun Bidara jorong lonjong, panjang antara 2 hingga 9 cm dan lebar 1,5 hingga 5 cm. Bertepi rata, mengkilap di sisi atas daun dan rapat berambut di sisi bawah daun.

“Tulang daun utamanya terlihat jelas, berbentuk bujur sejajar. Tangkai daun bidara termasuk pendek, hanya sekitar 8 hingga 15 cm,” urai Jun.

Bunga Bidara berbentuk payung menggarpu, dan tumbuh di ketiak daun. Panjang bunga sekitar 1 sampai 2 cm, dan dalam satu kelompok berisi 7 hingga 12 kuntum bunga.

“Bunga Bidara ini kecil, warnanya kekuningan. Kelopak bunga bertajuk lima, mahkotanya juga lima. Bentuk mahkotanya cekung dan melengkung,” urai Jun, saat menunjukkan kumpulan bunga Bidara koleksi Taman Buah Mekarsari.

Menurut penelitian, Bidara ini berasal dari Asia Tengah. Penyebarannya meliputi Afrika, dataran Asia hingga Australia.

“Cara pengembangbiakan Bidara bisa dengan cangkok atau dari bijinya. Kalau dengan cangkok, bisa cepat berbuah. Sementara kalau menggunakan biji, butuh waktu bertahun-tahun untuk berbuah,” ucap Jun.

Jika ingin menanam Bidara dari bijinya, harus dipastikan cangkang luar buah bidara sudah dilepas.

“Bentuk biji Bidara ini seperti biji semangka, hanya warnanya coklat. Awalnya, kita semai dulu biji Bidara. Setelah berkecambah baru dipindahkan ke media tanam. Usahakan agar bibit baru ini tidak terkena matahari secara langsung. Dalam kurun satu minggu, bibit ini akan sudah mulai bertumbuh daun baru,” pungkas Jun.

Baca Juga
Lihat juga...