Bingung Cari Modal, Isnawati Temukan Solusi di Tabur Puja

Editor: Koko Triarko

291

MALANG – Sejak bergabung menjadi anggota Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) kelompok Anggrek, Koperasi Unit Desa (KUD) Subur, pada Oktober 2018, banyak manfaat yang dirasakan Isnawati (25). Salah satunya, terkait peningkatan perekonomian keluarga melalui usaha toko kelontong yang baru dirintisnya.

Isnawati menceritakan, sebenarnya sudah sejak lama dirinya berkeinginan membuka usaha toko kelontong di rumahnya yang berada di wilayah RW 03, kelurahan Kedungkandang, kota Malang. Hanya saja, keinginan tersebut sempat terhambat karena terkendala modal usaha.

“Awalnya saya bingung mau berutang  ke mana untuk modal usaha. Mau pinjam ke bank titil (rentenir), tapi takut risikonya. Beruntung ada program Tabur puja dari Yayasan Damandiri, yang memberikan pinjaman modal usaha sebesar dua juta rupiah,” ujarnya.

Dari uang pinjaman tersebut, ia mengaku bisa membeli sembako dan aneka makanan ringan untuk dijual kembali.

Menurut Isnawati, meskipun lokasi tempat usahanya terpencil, namun pembelinya lumayan banyak, karena memang tidak banyak orang yang berjualan sembako di daerahnya. Sehingga, banyak warga sekitar yang membeli kebutuhan sembako di tempatnya.

Dalam sehari, Isnawati mengaku memperoleh penghasilan kotor R300-400.000.

“Kalau penghasilan bersihnya sekitar 50-60 ribu rupiah per hari. Tergantung sepi ramainya pembeli,” terangnya.

Dari hasil keuntungan tersebut, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, uangnya juga diputar lagi untuk mengembangkan usaha.

Lebih lanjut, Isnawati mengatakan, ketertarikannya memutuskan untuk menjadi anggota Tabur puja, karena ia bisa mendapatkan pinjaman modal dengan persyaratan yang sangat mudah dan tanpa jaminan.

“Persyaratannya mudah dan tidak perlu disurvei. Cukup dengan mengumpulkan fotokopi KK dan KTP, dalam watu seminggu uang langsung cair. Jadi,. tidak ribet,” ucapnya.

Untuk lebih meringankan anggota, pembayaran cicilan juga bisa dilakukan setiap minggu, dua mingguan atau bulanan. Tergantung kemampuan anggota.

“Kalau mingguan, bayarnya Rp50 ribu. Dua mingguan, Rp100 ribu. Pokoknya satu bulan total angsuran Rp200 ribu selama satu tahun,” terangnya.

Menurutnya, dari hasil usahanya tersebut, ia bisa ikut membantu perekonomian keluarga yang selama ini hanya dibebankan kepada suaminya, yang bekerja di PDAM.

“Semoga ke depannya Tabur puja bisa memberikan pinjaman lebih banyak lagi untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Sementara itu, Manajer unit Tabur Puja Koperasi Unit Desa (KUD) Subur, Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Dian Novianti Widiasari, mengatakan, ke depan Tabur Puja bisa memberikan pinjaman hingga lima juta rupiah, tapi dengan beberapa catatan. Di antaranya, anggota harus disiplin dalam membayar angusuran dan tidak ada tunggakan pada peminjaman sebelumnya. Usahanya juga harus jelas dan benar-benar membutuhkan tambahan modal.

“Semua ini yang bisa menilai dari pengurus kelompok masing-masing. Karena mereka ini yang mengetahui siapa saja anggotanya yang tertib dan yang tidak tertib dalam membayar,” tutupnya.

Lihat juga...